18 Oktober 2018

Berita Golkar - Tb Iman Ariyadi, Walikota Cilegon yang tersandung kasus korupsi, dinyatakan statusnya sudah inkraht. “Sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap),” kata Efiyanto Humas Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang, melalui pesan singkatnya, Kamis, (18/10/2018).

Efi menjelaskan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun mencabut kasasi atas perkara tersebut. Dengan demikian, Iman Ariyadi yang semula menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Serang dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Serang.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mengajukan banding atas vonis 6 tahun penjara dan denda Rp.250 juta yang diputuskan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Serang untuk Walikota Cilegon nonaktif Tb Iman Ariyadi dalam kasus korupsi suap Amdal Transmart Cilegon. Dan belakangan, Iman juga ternyata diketahui mengajukan banding.

Panitera Muda (Panmud) Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Serang, Nur Fuad membenarkan jika JPU KPK telah mengajukan banding terhadap vonis Iman Ariyadi. Sedangkan untuk dua terdakwa lainnya Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Cilegon nonaktif Ahmad Dita Prawira dan politisi Partai Golkar Cilegon Hendri, JPU tak mengajukan banding. [bantentribun]

fokus berita : #Iman Ariyadi


Kategori Berita Golkar Lainnya