25 Oktober 2018

Berita Golkar - Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Theo L Sambuaga mengajak para pimpinan partai politik di negara-negara Asia untuk terus bekerja sama dan bergandengan tangan. Kerja sama itu penting untuk mencari solusi atas berbagai persoalan di dunia, khususnya di negara-negara Asia.

“Kita tidak hanya perlu mengurangi ketegangan internasional, tetapi kita juga harus bekerja keras dan bergandengan tangan untuk mencoba mencapai solusi,” ujar Theo saat menyampaikan pidato pada pembukaan 10th General Assembly of International Conference of Asia Political Parties (ICAPP) di Moskwa, Rusia, Kamis (25/10/2018).

Tema pidato yang disampaikan adalah Role of Pol Parties in Reducing International Tensions and Combatting Violent Extremism. “Mengenai tema mengurangi ketegangan internasional, terima kasih atas kemajuan pembicaraan dan dialog yang telah terjadi di isu Semenanjung Korea. Kita harus mendukung denuklirisasi dan mencapai perdamaian abadi dengan bersatu kembali Korea. Kami percaya melalui dialog dan cara damai, tujuan mulia ini akan tercapai,” ujarnya.

Dikatakan, dirinya percaya bahwa untuk mencari solusi yang komprehensif, masalah internasional harus disesuaikan dengan cara-cara multilateralisme. Bilataralisme tentu saja akan memperkuat dan menyelesaikan solusi, tetapi sudah pasti bukan dengan cara unilateralisme.

Mengenai upaya melawan ekstremisme, Theo mengatakan, sebagai asosiasi partai politik, ICAPP selalu berusaha untuk mencapai tujuan dengan cara-cara demokrasi dan damai. Dalam hal ini, parpol harus mendorong pemerintah masing-masing untuk meningkatkan kerja sama dalam memerangi ektremisme atau terorisme dalam semua manifestasinya. Ini termasuk metode untuk mencegah mereka dari tindakan barbar sebelum terjadi.

“Saat ini, terorisme telah meningkatkan jaringan internasional mereka dan menerapkan metode moderen termasuk teknologi maju. Rakyat dan pemerintah tidak dapat kalah. Kita dapat dan harus mengalahkan terorisme jika kita terus meningkatkan kerja sama,” ujarnya.

Mengenai masalah Laut Cina Selatan, Theo mengatakan, pihaknya percaya dan harus mendorong semua negara yang terlibat dalam perselisihan lama itu untuk melanjutkan dialog dan mencegah aksi kekerasan, khususnya provokasi militer. Dikatakan pula, penarikan AS dari Perjanjian Paris hanya memperlemah kerja sama global dalam mengadaptasi isu perubahan iklim.

Penarikannya dari Komisi Hak Asasi Manusia PBB juga mengurangi upaya dunia untuk menangani pelanggaran hak asasi manusia yang masih terjadi di banyak bagian di dunia. “Penarikan AS dari Nuclear Profiletary Aggreement dengan Rusia pada pekan lalu, akan mengancam perdamaian dan stabilitas dunia. Kita harus meminta Kongres dan pemerintah AS untuk mempertimbangkan kembali untuk komitmen mereka,” ujarnya. [beritasatu]

fokus berita : #Theo Sambuaga


Kategori Berita Golkar Lainnya