29 Oktober 2018

Berita Golkar - Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 menyebut pelemahan Partai Golkar di beberapa survei belakangan bukan karena mengusung Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin. Ormas pendiri Partai Golkar ini menilai pelemahan tersebut disebabkan masih banyaknya masalah di internal Partai berlambang pohon beringin ini.

Ketua Umum Kosgoro 1957, Agung Laksono menegaskan arah dukungan partainya justru mengangkat elektabilitas Golkar. Sehingga tidak selayaknya keputusan mengusung Jokowi menjadi kambing hitam pelemahan Partai di beberapa survei. Sebaliknya, Agung menyebut pelemahan di hasil survei ini disebabkan sikap kader internalnya sendiri. Misalnya, masih adanya konflik internal, hingga beberapa kader tersangkut kasus tindak pidana.

"Saya melihat tidak ada yang merugikan (mendukung Jokowi). Kalaupun kemarin ada yang turun melalui survei itu karena masalah internal atau konflik. Jadi, ini karena ulahnya sendiri," kata Agung di Surabaya, Senin (29/10/2018). "Apalagi, saat ini masih ada saja tokoh-tokoh Partai Golkar ya yang terlibat kasus tindak pidana korupsi. Hal itulah yang menunjukkan persoalan," lanjut Agung.

Sejumlah kader Golkar terlibat beberapa kasus tindak pidana korupsi. Di antaranya, mantan Ketua Umum, Setya Novanto yang menerima vonis 15 tahun penjara karena terbukti melakukan korupsi e-KTP tahun anggaran 2011-2013 dan tidak melakukan banding. Lalu, mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka  kasus dugaan suap pada proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Tak hanya di pusat, di regional Jatim pun demikian. Mantan Ketua DPD I Golkar Jatim yang juga mantan Bupati Jombang, Nyono Suharli dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun dan enam bulan terkait suap pengangkatan Inna Silestowati sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan merangkap sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Jombang, serta dugaan pemberian uang untuk perizinan rumah sakit.

Oleh karenanya, Agung menegaskan akan memberikan sanksi bagi kader yang tak bisa menjalankan instruksi partai. Utamanya, bagi kader yang terlibat kasus pidana. "Sikap Golkar sudah jelas, kami akan langsung memecat. Kami tak ingin ada kader Partai Golkar yang tersangkut kasus pidana, karena ini akan merusak image partai," tegasnya.

Agung pun meminta komitmen mendukung Jokowi dan Ma'ruf Amin dijalankan secara baik oleh para kader Golkar. Sebab, keputusan tersebut telah diambil sejak lama. "Kami sejak awal memberikan dukungan kepada Jokowi dan KH Ma'ruf Amin bahkan menginstruksikan segenap kader Partai Golkar baik unsur Kosgoro maupun unsur-unsur yang lain untuk menjalankan kebijakan partai yang telah diputuskan melalui Rapimnas dan Munaslub," tegas Agung.

"Jadi kami minta untuk kader di seluruh tanah air dan dimanapun berada, harus menegakkan disiplin partai," kata Agung yang juga mantan Ketua DPR RI ini. Bagi Golkar, mendukung Jokowi justru akan mengangkat elektabilitas Partai. "Apalagi Pak Jokowi memiliki elektabilitas yang cukup kuat. Serta, konsisten selalu berada diatas dan semoga selalu stabil hingga Pemilu mendatang," tegas Agung.

"Kosgoro ingin memastikan mendukung calon presiden yang benar-benar akan jadi," tegasnya. Selain itu, Jokowi juga dinilai memiliki segudang prestasi. Terutama, dalam hal infrastruktur yang dibutuhkan sebagai percepatan pembangunan nasional. "Saya kira masyarakat juga tahu bahwa beliau adalah tokoh yang sangat bersahaja dan tidak pernah tersangkut kasus kasus pidana," tegasnya.

Berdasarkan survei litbang Kompas, Partai Golkar hanya menempati posisi keempat dari 16 partai politik peserta pemilu nasional. Namun demikian, Golkar masih diunggulkan bisa lolos parliamentary threshold. Mendapatkan prosentasi 6,2 persen, Golkar berada di bawah PDI-P (29,9 persen), Partai Gerindra (16 persen), PKB (6,3 persen), dan di atas Demokrat (4,8 persen).

Padahal, pada pemilu 2014 silam, partai yang kini diketuai oleh Airlangga Hartarto tersebut menjadi peringkat kedua pemenang pemilu. Partai Golkar saat itu meraih 18.432.312 suara (14,75 persen) dan hanya kalah dari PDI Perjuangan dengan 23.681.471 suara (18,95 persen). [tribunnews]

fokus berita : #Agung Laksono


Kategori Berita Golkar Lainnya