29 Oktober 2018

Berita Golkar - Berkurangnya nilai-nilai moral dan keteladanan sosial dewasa ini menjadi salah satu penyebab lambatnya progres kemajuan dan pembangunan di Sumatera Utara, khususnya kota Medan. Krisis kepemimpinan mengakibatkan terjadinya degradasi moral yang berdampak kepada sikap apatisme masyarakat (cenderung tidak peduli) terhadap sesama.

Hal itu diungkapkan oleh Robi Anugerah Marpaung saat peresmian Rumah Aspirasi Robi Anugerah Marpaung, (RAM) di Jalan Sakti Lubis No.20 Medan, Minggu (28/10/2018), yang bertepatan peringatan Hari Sumpah Pemuda. “Masalah paling krusial yakni nyaris tidak adanya keteladanan sosial. Pemimpin tidak bisa menjadi teladan, tidak bisa menjadi contoh bagi masyarakat “ujar ketua Hukum dan Advokasi DPP KNPI ini.

Robi juga mengajak masyarakat kususnya pemuda terus “bergerak” dan “menggerakkan” orang lain ikut berperan aktif dalam memajukan bangsa. “Masyarakat khususnya pemuda harus bangkit dan menggali potensi diri dan masyarakat, kita mulai dari hal kecil. Tidak boleh lagi satu dengan yang lain saling gontok-gontokan, sehingga berguna bagi orang lain dan bangsa, “ujar calon anggota DPR RI dapil Sumut I dari partai Golkar ini.

Disela-sela acara, anak kedua dari pasangan almarhum Asmin Marpaung dan Farida Hariani ini mengatakan, Rumah Aspirasi RAM terbuka untuk masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dan berkonsultasi masalah hukum secara cuma-cuma. Di akhir acara, Robi menjalani ritual tepung tawar sebagai tradisi dan simbol diberangkatkannya Robi untuk maju menjadi ”Parhobas” atau pelayan masyarakat. [kontributor Sumut]

fokus berita : #Robi Anugerah Marpaung


Kategori Berita Golkar Lainnya