29 Oktober 2018

Berita Golkar - Geram dengan semakin maraknya peredaran narkoba, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menilai bandar-bandar besar narkoba di Banua ditindak tegas dengan hukuman mati oleh aparat penegak hukum. Hal itu guna memberikan efek jera kepada penyalahguna narkotika. Pria yang biasa disapa Paman Birin ini enggan masa depan generasi-generasi muda di Bumi Sultan Suriansyah menjadi rusak karena pengaruh narkoba.

"Saya sering mendengar hukuman mati bagi pengedar narkoba dalam skala besar. Ini memang harus dipraktekkan di Kalsel," kata Paman Birin saat ditemui di Mapolda Kalsel, Senin (29/10/2018). Kader Partai Golkar itu menambahkan, bagi para pecandu narkoba yang berusia di bawah umur, selama masih bisa didampingi dan direhabilitasi, maka patut dilakukan agar tingkat candunya bisa dihentikan.

"Itu semua harapan kita tentunya. Selebihnya kita serahkan ke aparat penegak hukum. Mulai dari kepolisian hingga tingkat peradilan. Teknisnya tentu mereka yang tahu," sebutnya. Terhadap pemusnahan barang bukti narkoba dan jenis sabu-sabu dan ekstasi serta pil carnophen jenis zenith, Gubernur Kalsel memberi apresiasi kepada kepolisian khususnya Polda Kalsel.

Menurutnya, aparat penegak hukum tersebut seakan tiada henti dan bosan melakukan penindakan kepada penyalahguna narkoba yang bermain di Kalsel.."Itu tidak terlepas dari jajaran kerjasama aparat keamanan dan masyarakat. Saya sangat apresiasi kinerja bapak Kapolda Kalsel dan jajarannya," ucapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Polda Kalsel melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) musnahkan barang bukti narkoba jenis sabu dan ekstasi, Senin (29/10/2018) pagi. Sabu seberat 5,169 gram atau lima kilogram lebih dan pil ekstasi sebanyak 5.423 butir dimusnahkan dengan cara diblender. [beritabanjarmasin]

fokus berita : #Sahbirin Noor


Kategori Berita Golkar Lainnya