03 November 2018

Berita Golkar - Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI ke Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menitikberatkan pada masalah kelistrikan di Kalbar. Pasalnya, menurut Anggota Komisi VII DPR RI Maman Abdurachman, masih ditemui kondisi kontradiktif antara laporan yang disampaikan PT. PLN dengan aspirasi masyarakat Kalbar yang diterima Komisi VII DPR RI.

“Ketika saya masuk ke daerah pedalaman, komplainnya masalah listrik. Kontradiktif dengan yang disampaikan PLN bahwa seluruh desa sudah teraliri listrik, baik listrik PLN maupun non PLN,” kritik Maman usai pertemuan Tim Kunker Komisi VII DPR RI dengan PT. PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalbar, di Kantor PLN UIW Kalbar, Jumat (02/11?2018).

Maman menilai, masalah listrik di Kalbar tidak pernah tuntas dari tahun ke tahun. Bahkan, menurutnya, sejak dirinya lahir hingga kini tidak ada perubahan. Permasalahan yang tak kunjung membaik salah satunya adalah pasokan listrik. “Persoalan listrik di Kalbar sudah menjadi masalah klasik,” ujarnya.

Legislator Partai Golkar ini mencontohkan, seperti di kediamannya di Sungai Raya Dalam, walau terbilang wilayah kota, sampai saat ini masih sering mengalami pemadaman listrik, bahkan bisa belasan kali sehari. Menurutnya, perlu adanya evaluasi dan key performance indicator yang jelas. Karena ini menyangkut hajat banyak orang.

“Masih banyak masyarakat belum menikmati listrik secara utuh sampai saat ini. Kalau Malaysia bisa, kenapa kita tidak bisa. Malaysia bisa menyelesaikan masalah listrik dalam waktu 1-2 tahun dengan output murah. Kenapa kita tidak bisa, artinya ada yang perlu dievaluasi,” tegas legislator dapil Kalbar ini. [kontributor Kalbar]

fokus berita : #Maman Abdurrahman


Kategori Berita Golkar Lainnya