06 November 2018

Berita Golkar - Seorang oknum calon anggota legislatif (caleg) di Kecamatan Pangkalanlesung Kabupaten Pelalawan ditangkap polisi saat bermain judi, Selasa (6/11/2018) sore lalu.Oknum caleg itu diamankan polisi bersama lima temannya. Oknum tersebut berinisial HB (34) yang tinggal di Kelurahan/ Kecamatan Pangkalanlesung.

HB merupakan caleg Partai Golkar yang ikut bertarung pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 pada Daerah Pemilihan (Dapil) Pelalawan IV Pangkalankuras-Pangkalanlesung. Sedangkan lima rekannya berinisial SB (35) tinggal di Desa Dusun Tua, GU (35) warga Pangkalanlesung, SU (58) warga desa Airaas Kecamatan Ukui, RU (55) dan HS (36) warga Pangkalanlesung.

Mereka ditangkap saat bermain judi kartu jenis qiu-qiu di sebuah pondok tepat di belakang ruko yang berseberangan dengan rumah makan Sari Bundo Jalan Lintas Timur Pangkalanlesung. Penangkapan terhadap HB berawal ketika polisi mendapatkan informasi ada aktifitas perjudian. Lalu, Kapolsek Pangkalanlesung Iptu Nazaruddin SE bersama tim gabungan Reskrim dan Intel melakukan pengecekan ke TKP.

"Kita melihat satu gubuk dekat kandang sapi ada enam orang yang sedang asik bermain judi qiu-qiu. Langsung kita amankan bersama barang bukti," beber Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan SIK melalui Kapolsek Nazaruddin, Rabu (7/11/2018), dilansir potretnews.com dari tribunnews.com. Polisi mengamankan barang bukti berupa kartu qiu-qiu beserta uang tunai sebesar Rp3 juta rupiah dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, hinga Rp 2000.

Terkait status salah satu pelaku merupakan Caleg Partai Golkar, polisi tak ingin berkomentar. Ketua DPD II Golkar Pelalawan, Adi Sukemi, saat dikonfirmasi tribunpelalawan.com terkait oknum caleg yang tertangkap itu membenarkan jika HB Caleg yang diusung partai beringin di Dapil IV dan menduduki nomor urut 6. Namun pihaknya akan kembali memastikan sejauh mana keterlibatan HB dalam kasus perjudian tersebut.

"Apakah dia hanya melihat-lihat saja atau memang ikut bermain. Itukan belum jelas, akan kita pastikan lagilah nanti," kata Adi Sukemi. Jika memang benar tindakan HB melanggar hukum, maka pihaknya juga tidak akan segan-segan memberikan sanksi sesuai aturan Partai Golkar. Sanksi terberat yakni pemberhentian atau pemecatan sebagai kader. [potretnews]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya