10 November 2018

Berita Golkar - Juru bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menjelaskan politik genderuwo adalah istilah simbolik yang ditunjukan kepada pihak-pihak yang selalu melontarkan pandangan-pandangan pesimistis tentang bangsa ini. Demikian disampaikan Ketua Bidang Media, dan Penggalangan Opini (MPO) DPP Partai Golkar ini terkait sindiran Jokowi mengenai "politik genderuwo."

Juga politik genderuwo itu, menurut Ace, adalah istilah simbolik yang ditunjukan kepada pihak-pihak yang selalu melontarkan pandangan politik ketidakpastian, pesimisme dan kebohongan. "Seakan-akan kita akan menghadapi krisis ekonomi menakutkan dengan menyebut harga-harga di pasar mengalami kenaikan. Sehingga mendorong masyarakat khawatir dengan kondisi ekonomi saat ini," ujar Ace, Jumat (9/11/2018).

Padahal, imbuh Ace, kalau dilihat situasi dan kondisinya ya semakin membaik. Coba lihat saat, dia menjelaskan, dolar Amerika sudah mulai menjinak ke kisaran Rp 14.600-an yang kemarin menembus Rp 15.000-an. Angka inflasi pun tegas dia, masih dapat dikendalikan. "Pemerintah diam-diam bekerja dengan sungguh-sungguh dalam menghadapi tekanan ekonomi pasar.," ujar Ace.

Melalui pernyataannya, menurut Ace, Jokowi ingin mengingatkan semua pihak perbedaan politik itu biasa dalam negara demokrasi. "Kita boleh berbeda pandangan dalam berpolitik. Politik jangan membuat kita menjadi terpecah-pecah. Kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan sebagai bangsa. Demokrasi jangan membuat kita terpecah belah," tegas Ace.

Ace juga menilai, pernyataan Jokowi tidak hanya kepada kelompok tertentu, tetapi kepada siapa saja pihak terutama para politisi yang selalu melontarkan pandangan-pandangan dan narasi pesimistik, ketakutan dan ketidakpastian. Presiden Jokowi saat kunjungan di Kabupaten Tegal, Jumat (9/11/2018), sempat menyindir politikus yang doyan menyebar propaganda dan ketakutan kepada masyarakat di tahun politik ini.

Ia menyebutnya sebagai politikus gerenduwo (genderuwo). "Ya politikus gerenduwo itu yang melakukan cara- cara berpolitik dengan propaganda. Menakut- nakuti dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat," kata Jokowi. Jokowi mengemukakan saat ini banyak politikus yang sering melontarkan pernyataan-pernyataan yang menakutkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Coba lihat politik dengan propaganda menakutkan. Membuat takut dan kekhawatiran. Setelah itu membuat sebuah ketidakpastian. Kemudian menjadi keragu raguan di masyarakat," ucapnya usai peresmian tol. Menurutnya, cara berpolitik semacam itu bukanlah berpolitik yang beretika. Masyarakat digiring ke arah ketakutan sehingga terkesan kondisi Indonesia mencekam.

Cara berpolitik seperti itu dikatakan dapat memecah persatuan bangsa. Sehingga, Jokowi menegaskan masyarakat harus bisa berpikir kritis dan pintar dalam menghadapi situasi. "Cara berpolitik seperti ini jangan diteruskan lah. Stop," tegas mantan Walikota Solo itu. Ia harapkan politik di Indonesia penuh dengan kegembiraan dan kesenangan, bukan ketakutan. [tribunnews]

fokus berita : #Ace Hasan


Kategori Berita Golkar Lainnya