08 November 2018

Berita Golkar - Mantan Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham, meminta kader Golkar bersikap gentlement atau berani untuk menjelaskan ke aparat hukum terkait dugaan aliran uang suap PLTU Riau 1 dalam kegiatan Munaslub 2017. Menurutnya, jika ada aliran dana sepenuhnya bukan tangungjawab partai, melainkan urusan pribadi. Permintaan Idrus ini merujuk dugaan aliran uang yang diterima Eni Maulani Saragih ke munaslub Partai Golkar.

Seperti diketahui Eni adalah bendahara dalam kegiatan Munaslub Golkar. Eni mengakui sejumlah uang yang diterima untuk memuluskan pengusaha Johannes diberikan untuk penyelenggaraan Munaslub Golkar. "Itukan urusan ibu Eni kan, orang-orang Golkar mana tahu. Mestinya setiap kader-kader Golkar yang terlibat harus secara gentle-lah mengatakan ini tanggungjawab dia (Eni). Jangan kaitkan partai," ujar Idrus usai diperiksa di Gedung KPK, Kamis (8/11/2018).

Lebih lanjut Idrus mengakui setiap kader Golkar ikut urunan dalam pembiayaan kegiatan partai dan hal ini sudah wajar dilakukan. Tapi, sambung Idrus, partai tidak mungkin menanyakan satu per satu soal asal usul dana yang diberikan. "Ya sama saja kalau ada yang ngasih makan. Ini uang halal atau tidak kan nggak ditanya. Jadi jangan kaitkan dengan partai" ujarnya. [rmol]

fokus berita : #Idrus Marham


Kategori Berita Golkar Lainnya