10 November 2018

Berita Golkar - Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) berbagi pengalaman menjadi pengusaha saat memimpin Kalla Group 30 tahun silam. JK juga berbagi pengalaman saat memimpin Partai Golkar. Menurut JK, menjadi politikus dan pengusaha memiliki kemiripan, di mana ada yang berhasil ada yang tidak. Filosofi pengusaha adalah ingin mencapai hasil yang baik dengan cepat, sementara filosofi pemerintah segala sesuatunya harus sesuai prosedur.

"Saya gabungkan keduanya ini, makanya waktu kampanye dulu slogan saya lebih cepat lebih baik. Itu sebenarnya menggabungkan filosofi pengusaha dan birokrat. Tanpa begitu nggak akan berjalan," kata JK di Nipah Mall, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/11/2018). Dia mengungkapkan, sepanjang perjalanan 66 tahun, Kalla Group memiliki saham hampir di 35 macam bisnis, mulai percetakan, toko buku, hingga traktor dan perdagangan lainnya.

Saat masih muda, JK mengaku segala jenis bisnis yang ada dikerjakan. Namun kini dia meminta penerus sekaligus putranya, Solihin Jusuf Kalla, lebih fokus dalam sektor energi. "Setelah itu saya nasehatkan jangan, kau jangan ikuti saya. Kau harus bisnis yang bermanfaat, yang membantu daerah. Kita selalu berdiskusi dengan pemerintah, karena tanpa hubungan baik pemerintah dan pengusaha, daerah tidak akan maju," tegasnya.

JK pun mengakui pentingnya pendidikan dalam menyiapkan generasi kelima penerusnya dalam menyongsong 100 tahun Kalla Group. Dia mengenang dirinya bekerja di perusahaan yang saat itu masih dipimpin sang ayah Hadji Kalla. Hal itupun diterapkan saat ini.

"Bagaimana mengatur itu? Tergantung kemampuan masing-masing dan mau tinggal di Makassar. Ini yang paling susah ini, semua tidak ada yang mau tinggal di Makassar. Jadi yang siap generasi kelima, kau harus siap tinggal di Makassar," jelasnya disambut tawa awak media yang hadir.

JK pun menegaskan perusahaannya kini berupaya lebih banyak aktif dalam kegiatan sosial, terutama menjadikan 20% kepemilikan saham di anak-anak perusahaan baru, dimiliki Yayasan Hadji Kalla yang membiayai sekolah Athirah.

"Jadi saya datang kesini hanya untuk menurunkan filosofi. Sesudah 20 tahun memimpin, saya nggak kerja lagi di perusahaan, hanya mengecek, sesuai nggak ini dengan filosofi Hadji Kalla? Kalau tidak sesuai, hindari. Insya Allah perusahaan ini bisa sampai 100 tahun," pungkasnya. [cnbcindonesia]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya