11 November 2018

Berita Golkar - Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi Partai Golkar (FPG), Dewi Asmara menyesalkan bentuk hukuman kepada sejumlah pelajar SD Negeri 1 Pamuruyan Kecamatan Cibadak, Sukabumi. "Setelah baca beritanya, saya kesal campur sedih. Kok bisa-bisanya seorang kepala sekolah punya ide menghukum anak didiknya yang ketahuan merokok dengan hukuman diberi rokok untuk merokok lagi. Benar-benar tidak mendidik," ungkap Dewi Sabtu (10/11/2018).

Semestinya kata Dewi, banyak cara untuk lebih mendidik yang bisa diterapkan terhadap pelajar yang ketahuan merokok di SDN Pamuruyan Cibadak. "Ya kan bisa disuruh berlari-lari di halaman sekolah, push up, diberi tugas pekerjaan rumah (PR sekolah), atau diberi pemahaman tentang bahaya merokok bagi kesehatan, apalagi mereka masih anak-anak,"terangnya.

Kedepan Dewi berharap pemberian apapun bentuk hukuman seperti yang terjadi terhadap pelajar di SDN Pamuruyan tidak terjadi. Sebab menurutnya meski tujuannya efek jera, tetap saja hukuman tersebut kurang tepat dilakukan apalagi di lingkungan sekolah. "Kita ngga berharap kejadian hukuman yang tidak mendidik terjadi lagi yah. Kalau mau dihukum, hukumlah dengan cara yang lebih mendidik," tegasnya. [sukabumiupdate]

fokus berita : #Dewi Asmara


Kategori Berita Golkar Lainnya