14 November 2018

Berita Golkar - Polda Lampung melalui Subdit II Cybercrime menetapkan Seno Aji, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Bandar Lampung menjadi tersangka kasus dugaan penistaan adat Lampung di media sosial. Kejadian bermula sekitar bulan Juli 2018 saat di sebuah grup WhatsApp bernama Ini Lampung, salah satu anggota berinisial AFS membagikan fotonya menggunakan pakaian adat Lampung.

Foto postingan tersebut mendapat berbagai tanggapan, salah satunya komentar yang dilontarkan oleh tersangka Seno Aji. Hanya saja, komentar Seno dianggap bernada negatif dan merendahkan. Seno sempat menghapus komentar itu setelah mendapat teguran beberapa anggota grup, namun komentar yang dianggap menghina itu sudah terlanjur di capture pelapor. Esoknya, komentar tersebut dilaporkan ke Polda Lampung.

"Kami sudah memeriksa beberapa saksi yang ada dalam grup, dan juga saksi -saksi ahli, "ujar Kasubdit II Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung, AKBP Ketut Suryana di hadapan wartawan, Rabu (14/11/2018). Ketut menambahkan sesuai pasal 184 KUHP, maka memenuhi unsur untuk menetapkan Seno menjadi tersangka.

"Alat bukti yang sudah kami sita berupa satu unit handphone merk samsung 7 prime warna hitam, ponsel ini digunakan tersangka saat memberikan komentar, beserta beberapa capture percakapan terkait," lanjut Ketut. Kepada penyidik, tersangka yang kebetulan tercatat sebagai calon anggota legislatif (Caleg) yang akan berlaga pada pemilu tahun depan, mengaku hanya bercanda terkait komentarnya.

“Ia melakukan itu karena sudah merasa sangat akrab dengan anggota kelompok grup tersebut,” uajr Ketut. Menurut Ketut, tersangka dapat dijerat dengan UU ITE no. 19 tahun 2000 pasal 45 ayat 3 juncto pasal 27 ayat 3 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda sekurang-kurangnya Rp 750 juta. [gatra]

 

 

fokus berita : #Seno Aji


Kategori Berita Golkar Lainnya