14 November 2018

Berita Golkar - Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Makassar naik dratis dalam dua bulan setelah KPU Makassar menggelar Rapat Pleno Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Pertama (DPTHP 1), 1 September 2018 lalu. Dari rapat pleno ini, pemilih kota Makassar bertambah sekitar 15.984 orang

Dari pleno DPT 2018, September 2018 lalu, total DPTHP 1 Makassar sebanyak 954.437 dengan rincian
laki-laki 465.009 orang, perempuan 489.428 orang. Sementara, pada Pleno DPTHP-2 ini jumlah pemilih sebanyak 970.421 orang dengan rincian, laki-laki 472.350 dan perempuan 498.071 orang.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Makassar, Usman Sofyan menanggapi serius pertambahan DPTHP 2 Kota Makassar ini. "Ada apa ini, kok pemilih bertambah drastis. Seharunya, KPU Makassar segera memperbaiki daftar pemilih karena ini tentu merugikan kami di partai politik," kata Usman Sofyan, Rabu (14/11/2018).

Usman mengatakan, masalah DPT selalu menjadi persoalan setiap tahunnya. "Saya kira sistem kependudukan kita di Makassar sudah canggih, kenapa masih ada perubahan yang terus terjadi dan ini besar perubahannya," katanya. Ia pun mengungkapkan, infrastruktur KPU di bawah masih lemah.

"Kami menemukan ada warga yang Pemilihan lalu coklit, saat Pilwali Kota Makassar tidak lagi, sekarang dicoklit lagi, inikah masalah tersendiri" katanya. "Ini jadi pertanyaan besar DPT di Makassar mudah bertambah dratis dan menurun drastis. Tentu ini menganggu pemenangan kami di partai politik, karena perubahan seperti ini akan membuat perubahan target pemenangan."

Pertambahan pemilih paling banyak berada di kecamatan Rappocini, 4.000 orang, Makassar sebanyak 3.037, dan Biringkanaya 3.021 orang. Sementara itu, pemilih di Kecamatan Ujung Tanah berkurang sebanyak 32 orang. Data DPT dari tahun 2013 hingga sekarang mengalami pasang surut yakni 

2013 Pilgub 1.046.731
2013 Pilwali 988.208
2014 Pilpres 1.005.446
2018 Pilgub 990.836
2018 Pilwali 990.836
September 2018 DPTHP 1 954.437
November 2018 DPTHP 2 970.421 [tribunnews]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya