20 November 2018

Berita Golkar - Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar, Akbar Tandjung mengakui, partainya dalam tekanan hebat, jelang perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Hal ini diungkapkan Akbar dalam acara konsolidasi pemenangan Pemilu yang digelar DPD II Golkar Makassar, di Aula Paradigma Baru (Kantor DPD II Partai Golkar Kota Makassar), Senin (19/11/2018).

Menurutnya, tekanan itu datang setelah sejumlah masalah menyeret kader Golkar, termasuk mantan petinggi partai. "Saya akui akhir-akhir ini dari segi opini publik, kondisinya tidak kondusif untuk mendukung kenaikan suara Golkar. Saya juga akui dengan adanya beberapa peristiwa yang melibatkan kader. Ada beberapa peristiwa politik termasuk tingkat nasional, yang melibatkan tokoh (Golkar), baik langsung maupun tidak langsung," ungkapnya.

Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 1998-2004 tersebut tak menampik, jika hal ini bisa berdampak pada perolehan suara Partai Golkar di Pemilu 2019 nanti. "Itu bisa saja mengeliminasi perolehan suara kita. Bukan mustahil Partai Golkar mengalami penurunan suara pada Pemilu 2019. Mereka yang disebut-sebut (bermasalah), kita serahkan pada proses hukum. Kalau memang terbukti bersalah, kita harus mengikhlaskan diambil tindakan hukum," tambahnya.

Menurut Akbar, Golkar bukanlah partai sembarangan. Mengusung slogan Golkar bersih, Golkar bangkit, Golkar maju dan Golkar menang, dirinya yakin kejayaan selalu menaungi Golkar. "Slogan itu kita gunakan karena punya alasan kuat. Di tengah tekanan bertubi-tubi, terutama tahun 1998-1999 bahkan sampai tahun 2004. Tapi, Alhamdulillah partai kita bisa meraih kemenangan di Pemilu 2004 lalu. Di Pemilu 2019, kita masih bisa bangkit dan jadi pemenang," tutupnya. [rakyatku]

fokus berita : #Akbar Tandjung


Kategori Berita Golkar Lainnya