15 November 2018

Berita Golkar - DPR menyatakan PT Merpati Nusantara Airlines perlu mengantongi restu mereka jika ingin membangun kembali bisnisnya dengan investor baru, PT Intra Asia Corpora. Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Golkar (FPG) Bowo Sidik Pangarso mengatakan Merpati, Intra Asia, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu mengomunikasikan rencana tersebut dengan komisinya.

Hal ini lantaran suntikan modal investor membuat kepemilikan saham berubah. Saat ini, pengelolaan dipegang PT Perusahaan Pengelolaan Aset (Persero) atau PPA. BUMN yang antara lain bertugas merestrukturisasi sejumlah BUMN rugi. "Karena ada pelepasan aset, di mana pada waktu suntikan modal tentu saham berkurang. Dulu mereka dapat Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah atas sepengetahuan kami di DPR," ujarnya, Rabu (14/11/2018).

Namun, suara berbeda datang dari Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Gerindra Bambang Haryo Soekartono. Bambang menilai Merpati tak perlu mendapat restu dari DPR, namun cukup memberitahukan informasi tersebut. "Karena ini hanya penambahan modal, tentu harus diinformasikan kepada DPR, tapi bukan persetujuan. Kecuali itu mau dijual, baru perlu ada pembahasan lebih lanjut," katanya.

Meski begitu, keduanya kompak menyambut baik rencana pengoperasian Merpati. Pasalnya, kondisi maskapai tersebut bak mati segan hidup pun tak mau akibat utang yang menggunung. Untuk itu, ketika ada pihak yang ingin menyuntikkan dana segar dan menerbangkan Merpati lagi, maka hal ini dianggap sebagai titik cerah dari masa depan maskapai pelat merah itu.

"Merpati ini sudah tidur lama dengan utang sekitar Rp10 triliun, jadi kalau ada yang tiba-tiba mau suntik walau hanya Rp6,4 triliun, itu hal yang baik, meski dulu kami sempat suntik PMN sekitar Rp6 triliun, tapi tidak mampu dongkrak Merpati," tutur Bowo.

Lebih lanjut, Bowo menilai kehadiran investor setidaknya harus disambut positif karena sekalipun pengoperasian tak bisa mendatangkan keuntungan cepat. Menurut dia, ini menjadi angin segar sejumlah BUMN kreditur Merpati. "Jadi kalau nanti belum bisa untung, setidaknya utang Merpati ke beberapa BUMN bisa terbayar, tidak terus menyusahkan BUMN lain. Kalau nanti untung ya itu bonus, jadi pemerintah punya dua maskapai lagi," ucapnya.

Sejalan dengan Bowo, Bambang menilai kehadiran investor saat ini perlu disambut baik. Meski, Menteri BUMN Rini Soemarno harus cermat dalam menyeleksi investor yang akan bergandengan dengan Merpati ke depan. "Menteri BUMN sebagai pemegang saham harus bisa memilih investor yang kompeten, jangan asal-asalan karena nanti operasinya bukan menyangkut barang, tapi nyawa manusia," tekannya.

Menurut Bambang, rencana pengoperasian kembali Merpati cukup meyakinkan. Meski maskapai punya utang sebesar Rp10,72 triliun dan ekuitas minus Rp9,51 triliun, ia menilai suntikan modal yang digadang-gadang sekitar Rp6,4 triliun cukup. Menurutnya, dana segar itu cukup karena bisa menutup sebagian utang dan biaya operasional. Saat bisnis sudah bisa berjalan dan mendatangkan pendapatan, maka Merpati dapat melunasi sisa utang lainnya.

"Saya pikir uang segitu cukup untuk revitalisasi. Toh, Garuda Indonesia utangnya bertambah sekitar Rp3 triliun per tahun, tapi tetap bisa jalan," ungkapnya. Lebih lanjut, Bambang menilai langkah Merpati di pasar penerbangan ke depan tidak begitu berat karena hadir di segmen penerbangan perintis, bukan komersil yang memiliki persaingan ketat. "Perintis ini seharusnya bisa mendapat subsidi dari pemerintah," imbuhnya.

Selain itu, meski mendapat suntikan modal dari pihak lain, jati diri Merpati masih maskapai pelat merah, sehingga tentu bisa menjalin kerja sama sesama BUMN. Misalnya dengan PT Dirgantara Indonesia (Persero) agar pesawat buatan BUMN itu bisa digunakan Merpati. "Merpati bisa gunakan pesawat dari PT DI, yang sekarang banyak dipakai oleh swasta. Kami dorong dengan PT DI, tapi jangan pakai pesawat dari luar," katanya.

Sementara untuk pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM), ia menilai ketersediaan pilot dan awak kabin di Indonesia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan Merpati. "Merpati kan masih punya sekolah penerbangan, itu bisa digunakan," pungkasnya. [cnnindonesia]

fokus berita : #Bowo Sidik Pangarso


Kategori Berita Golkar Lainnya