16 November 2018

Berita Golkar - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menyerahkan bantuan benih padi varietas IPB 3S kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupatan Pekalongan, Batang dan Pemalang oleh Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti, Jumain Appe didampingi Anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti Poernomo di Aula Gedung C Universitas Pekalongan (Unikal), Kamis (15/11/2018).

Jumain Appe mengatakan, varietas padi yang diciptakan tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) itu produktivitasnya rata-rata 7 hingga 8 ton perhektare. Namun jika mengikuti sistem pertanian yang tepat, produktivitasnya bisa mencapai 10 ton perhektare. Ia berharap, inovasi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

“Inovasi diciptakan untuk memberikan perubahan lebih baik. Saya berharap, bibit unggul IPB 3S ini ada perbaikan pertanian yang sudah ada. Jika selama ini produksi padi rata-rata 5 ton perhektare, bisa mengubah produksinya menjadi rata-rata 7 hingga 8 ton perhektare,” harapnya di sela-sela Bimbingan Teknis IPB 3S Program Pengembangan Industri Benih Padi IP3 3S 

Agar para petani yang menerima bantuan benih tersebut bisa memanfaatkan benih dan mendapatkan hasil yang baik, tim IPB didatangkan ke Unikal untuk memberikan bimbingan teknis (bintek). Kemenristek Dikti juga menyerahkan hasil-hasil penelitian dan pengembangan Ristek Dikti. Di antaranya lampu tenaga surya dan mesin penjernih air yang pendampingannya akan dikerjasamakan dengan mahasiswa Unikal.

Selain itu juga diserahkan alat penunjang pembuatan pelet ikan program penerapan teknologi tepat guna berbasis maggot fab lemna minor kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Kota Pekalongan. Marlinda meminta kepada para Gapoktan penerima bantuan untuk memanfaatkan dan mengelola bantuan tersebut dengan baik. Dikatakan dia, tahun 2017 petani juga menerima bantuan, tapi tidak dikelola dengan baik.

“Saya merasa berdosa jika bantuan program tidak tepat sasaran, tiada manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat. Maka, tahun ini bekerja sama dengan Unikal. Nanti, petani yang tergabung dalam Gapoktan ada pendampingan dari Fakultas Pertanian Unikal. Sehingga kalau ada permasalahan, mereka bisa mendiskusikannya,” paparnya. [suaramerdeka]

fokus berita : #Marlinda Irwanti


Kategori Berita Golkar Lainnya