21 November 2018

Berita Golkar - Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Jatim melarang keras caleg Partai Golkar tandem atau bekerja sama dengan calon dari partai yang berbeda. Tandem seperti itu dianggap merugikan perjuangan Partai Golkar menambah perolehan suara dalam Pileg 2019.

“Caleg di DPRD Jatim atau DPRD Tk II, misalnya tidak berkenan dengan Caleg untuk DPR RI, jangan lantas menerima ajakan tandem dari partai yang berbeda. Itu dilarang keras,” kata Ketua Bappilu Golkar Jatim Zainuddin Amali, Rabu (21/11/2018).

Instruksi itu disampaikan Zainuddin Amali setelah mendengar ada beberapa Caleg Partai Golkar yang diajak oleh Caleg dari partai yang lain untuk menggarap pemilih di beberapa daerah. Koalisi atau tandem pribadi-pribadi untuk pemilihan legislatif itu tidak masuk akal karena semua partai sedang berjuang untuk memperoleh suara dalan Pileg.

“Jadi jika tidak berkenan dengan nama calon anggota DPR RI, misalnya, arahkan suara pendukung mencoblos lambang Partai Golkar. Itu yang benar. Jangan tandem dengan caleg dari partai yang lain,” tegasnya. Ditambahkan, secara keseluruhan Partai Golkar berharap bisa meraup 110 kursi DPR RI dalam Pileg 2019 mendatang.

Untuk mencapai target itu, DPD Golkar Jatim diharapkan bisa menyumbang 17 kursi. Banyaknya ajakan tandem kader partai lain itu, menurut Zainuddin Amali, harus menambah keyakinan para kader Golkar di Jatim bahwa mereka memiliki pendukung setia dan jaringan yang luas.

“Keyakinan itu merupakan modal penting. Kalau kader dari partai lain saja mengakui kelebihan caleg dari Partai Golkar, maka saya sebagai Ketua Bappilu tinggal memotivasi agar mereka mau bekerja secara maksimal untuk meraup suara,” tegasnya. [beritajatim]

fokus berita : #Zainudin Amali


Kategori Berita Golkar Lainnya