22 November 2018

Berita Golkar - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menyoroti pernyataan Mardani Ali Sera yang dibantah calon presiden Prabowo Subianto. Ace menilai bantahan Prabowo atas pernyataan Mardani terkesan lawan politik Jokowi-Ma'ruf Amin tidak punya konsep jelas dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia bila terpilih. Mardani sebelumnya menjanjikan kenaikan gaji guru hingga Rp20 juta.

"Hal ini menunjukan bahwa Prabowo-Sandi tidak memiliki konsep yang jelas dalam kebijakan pendidikan nasional kita," ujar Ace, Kamis (22/11/2018). Ace menyarankan Mardani membaca Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 49 ayat 1 yang mengatur dana pendidikan selain gaji pendidikan dan biaya pendidikan kedinasan minimal dialokasikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBD.

Guru sebagai jabatan fungsional memiliki golongan. Tentu setiap guru akan diberikan insentif sesuai dengan lama bekerja dan golongan kepangkatannya. Menurut Ace, berbeda dengan pemerintah Joko Widodo dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Dia menilai pemerintah serius meningkatkan tunjangan dan melakukan sertifikasi sesuai dengan golongan masing-masing guru.

"Sebagai upaya untuk mensejahterakan guru, saya kira, kebijakan itu bagus, namun kita harus melihat kondisi objektif yang dihadapi kita saat ini, terutama ketersediaan anggaran negara. Setiap profesi tentu ada standarnya dalam sistem penggajian," jelasnya.

Politisi Golkar ini menambahkan pasangan Jokowi-Ma’ruf memiliki program reformasi sistem pendidikan. Salah satunya memperluas beasiswa afirmasi dengan memberikan kesempatan mahasiswa-mahasiswa miskin, di wilayah 3T (tertinggal, terluar dan terdepan), santri dan siswa lembaga-lembaga pendidikan keagamaan memperoleh beasiswa pendidikan (Bidik Misi maupun LPDP), dan memperluas akses pinjaman dana pendidikan dari perbankan.

"Kami ingin mempercepat pemerataan kualitas pendidikan dengan peningkatan standar pendidikan, BOS berdasarkan kinerja, pemerataan sebaran, kualitas, dan peningkatan kesejahteraan guru/dosen dan Tenaga Kependidikan, termasuk percepatan penyetaraan pendidikan bagi pesantren, dayah, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya sejajar dengan sekolah umum," pungkasnya.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto meluruskan janji tim pemenangannya bahwa gaji guru di Indonesia akan naik Rp20 juta. Ia justru mempertanyakan dari mana uang untuk membayar gaji sebesar itu. “Kenaikan ini, kenaikan itu, uangnya dari mana gitu lho?” ujar Prabowo saat ditemui di sela kegiatan Forum Ekonomi International di Hotel Sangrila-Lia, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018). [akurat]

fokus berita : #Ace Hasan


Kategori Berita Golkar Lainnya