24 November 2018

Berita Golkar - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, TB Ace Hasan Syadzily menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memperbolehkan tuna grahita atau dikenal dengan disabilitas mental menggunakan hak pilihnya saat Pilpres 2019 mendatang.

Menurutnya, hak memilih merupakan hak dasar warga negara, termasuk hak perekaman e-KTP yang merupakan salah satu syarat sebagai pemilih. “Menurut saya hak dia (disabilitas mental) sebagai warga negara untuk memilih adalah bagian hak dari konstitusional dan itu harus dihargai,” katanya, Sabtu (24/11/2018).

Ketua DPP Partai Golkar itu menambahkan, putusan MK memiliki spirit memberikan hak yang sama bagi kaum tuna grahita dalam pemilu. Meskipun, tidak semua penderita keterbelakangan mental dapat menggunakan hak pilihnya. “Soal apakah yang bersangkutan akan menggunakan hak pilihnya atau tidak, itu tergantung kesadaran dia. Menurut saya hak dia sebagai warga negara untuk memilih adalah bagian hak konstitusional yang harus dihargai,” ungkapnya.

Dirinya pun meminta para penyelenggara pemilu untuk proaktif mendata kaum disabilitas mental yang merupakan sebagai salah satu syarat Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pemilu.

“Pertama, penyelenggara harus proaktif mendata mereka sebagai pemilih. Jadi, kalau mereka berkehendak memilih maka penyelenggara juga wajib memfasilitasi keberadaan mereka, kan tidak mungkin negara harus menghilangkan hak politik mereka soal apakah mereka akan menggunakan atau tidak hak politik mereka itu tergantung kepada kesiapan mereka,” tutupnya. [okezone]

fokus berita : #Ace Hasan


Kategori Berita Golkar Lainnya