29 November 2018

Berita Golkar - Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Provinsi Banten Noor Achmad mengatakan, ekonomi kreatif (ekraf) diprediksi akan menjadi primadona pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pasalnya, ekraf mengalami pengembangan yang signifikan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 hingga 2015, besaran Produk Domestik Bruto (PDB) ekraf naik dari Rp 525,9 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp 852,2 triliun di tahun 2015. Meningkat rata-rata 10,14 persen per tahun. Sektor tenaga kerja ekraf pun mengalami pertumbuhan 2,15 persen, dimana jumlah tenaga kerja ekraf tahun 2015 sebesar 15,9 persen dan dipediksi meningkat mencapai 17, 2 juta pada tahun 2019.

Baca juga: Noor Achmad Kecewa Insiden Meninggal Dunianya Supporter Persija

“Untuk mewujudkan target capaian pengembangan ekraf, maka harus ditopang  iklim usaha nasional yang kondusif dengan regulasi yang berpihak kepada ekraf,” ungkap Noor Achmad usai memimpin pertemuan Tim Kunspek Komisi X DPR RI dengan Gubernur Provinsi Banten dan jajarannya, di Serang, Banten, Kamis (23/11/2018).

Untuk itu, dijelaskan Noor Achmad, dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Ekonomi Kreatif (RUU Ekraf), pihaknya sengaja pergi ke beberapa daerah, salah satunya Provinsi Banten, guna mendapat berbagai data dari berbagai sumber untuk memperkaya perspektif dalam pemabahsan RUU Ekraf.

Baca juga: Noor Achmad Himbau Koleksi Pribadi Terkait Sejarah Diserahkan Ke Perpustakaan Jatim

“Masukan sangat diperlukan untuk mendukung pembahasan RUU Ekraf. Kami menanyakan, bagaimana pengelolaan ekraf dan pertumbuhan ekraf di kabupaten/kota khususnya di Banten. Bagaiman regulasi yang berlaku dalam mengelola dan mengawasi ekraf,” jelas legislator dapil Jawa Tengah itu.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim mengatakan, setiap daerah berlomba-lomba mengembangkan ekonomi kreatif. Banten yang terdiri dari 8 kabupaten/kota pun turut mengembangkan ekonomi kreatif melalui industri budaya, pariwisata dan kriya.

Baca juga: Ini Solusi Noor Achmad Terkait Maraknya Manipulasi Data Untuk Pemalsuan SKTM

“Untuk terus mengembangkan ekraf, ada beberapa hal yang perlu diatur dalam RUU Ekraf nantinya, pertama yang menjadi msalah utama adalah pemasaran. Kedua, cara melindungi Hak Intelektual (HaKi) produk ekonomi kreatif. Ketiga, spesifikasi dari masing- asing daerah agar tidak terjadi overlapping. Terakhir, perlu ada pelatihan dalam melakukan packaging,” jelas mantan Anggota DPR RI itu.

Dijelaskan Wahidin, ekonomi kreatif adalah indusstri yang bersumber kreativitas, keahlian dan bakat individu yang memiliki potensi menciptakan kesejateraan dan kesempatan kerja melalui penggunaan intellectual property and conten. “Pertumbuhan Industri Mikro Kecil (IMK) yang tinggi ditopong bisnis online atau kreatif. Bisnis online turut memberikan andil meningkatnya aktifitas ekonomi Banten beberapa tahun belakangan,” ungkapnya. [kontributor Banten]

fokus berita : #Noor Achmad


Kategori Berita Golkar Lainnya