26 November 2018

Berita Golkar - Komunitas Gerakan Tanam Pohon (GTP) merayakan hari jadinya ke-3 di komplek Balai Besar Pertanian dan Pengembangan Bioteknologi, Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (25/11/2018). Dalam perayaan tersebut, seperti pada aksi rutin setiap pekan para pegiat lingkungan ini menyempatkan menanam pohon. Di kesempatan ini, GTP juga membagi-bagikan pohon dari berbagai jenis yang sudah berbuah kepada tamu undangan.

Salah satu inisiator GTP, Heri Cahyono menceritakan tiga tahun lalu atau tepatnya 2015, GTP terbentuk dengan ide spontan bahkan penanaman pohon waktu itu dilakukan spontan juga. Ia bersyukur, saat ini GTP telah mendapatkan sambutan yang sangat antusias dari masyarakat bahkan dapat merayakan ulang tahun ke-3.

Baca juga: Jaga Ekosistem Kota Bogor, Heri Cahyono Arahkan GTP Tanam Pohon Multifungsi

“Selain Pak Alfian Mujani, ada Pak Untung Maryono (Ketua DPRD Kota Bogor) dan Pak Tato sebagai inisiator GTP dan saya sendiri. Alhamdulillah, kami semua mendapat penghargaan di acara ulang tahun GTP dari panitia,” kata Heri di sela acara. Ia melanjutkan hingga tahun ketiga ini dan memasuki kegiatan ke-197 sudah ribuan bibit pohon yang ditanam tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor, bahkan di beberapa titik di Kabupaten Bogor.

Pihaknya akan terus menghijaukan Kota Bogor, sebagaimana komitmen bersama dengan teman-teman GTP. GTP juga akan terus mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga lingkungan alam khususnya Kota Bogor karena itu sangat penting sekali.

Baca juga:  Heri Cahyono Nilai Visi GTP dan KWT Sama, Manfaatkan Alam Demi Kesejahteraan Manusia

“Lingkungan yang baik bisa menciptakan kualitas hidup lebih baik buat kita semua. Jika kualitas hidup lebih baik tentu harapan hidup kita lebih baik lagi, dan kesejahteraan akan lebih mudah didapatkan. Hal ini kan sesuai dengan tujuan dari pemerintah,” jelas politisi Golkar itu.

Wakil ketua DPRD Kota Bogor ini menyampaikan dirinya menyayangkan aparatur di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih belum secara utuh mendukung GTP. Hal itu terlihat dari ketidakhadiran dalam acara ini. “Kita bisa lihat dari lurah, camat, kepala daerahnya pun tak ikut hadir, padahal semuanya kita undang. Ini sangat disayangkan, minimal ada dukungan moril, karena apa yang dilakukan GTP membantu program Pemkot Bogor,” tandasnya.

Baca juga: Heri Cahyono Bakal Libatkan Kelompok Wanita Tani Margajaya di Gerakan Tanam Pohon

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Elia Buntang yang mewakili Wali Kota Bogor dalam sambutannya mengawali dengan mengucapkan selamat kepada GTP yang telah memasuki usia tiga tahun. “Semoga GTP ini semakin berkibar dan semakin menghijaukan Kota Bogor, sehingga kualitas udara kita semakin baik. Memang idealnya setiap manusia itu sepanjang kehidupannya minimal menanam sebanyak 25 pohon,” kata Elia.

Ia menambahkan, GTP memiliki slogan yakni “tanam, tanam, tanam, siram, siram, siram dan rawat, rawat, rawat”. Namun, sambung Elia, jika perlu satu hal lagi yaitu bagaimana menikmati hasil yang ditanam. Dalam kesempatan itu, Elia menyinggung permasalahan sampah plastik, dimana Indonesia menjadi penyumbang nomor dua di dunia ke perairan laut. Elia menyampaikan kebijakan tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Bogor.

“Ini momen yang pas. Jadi saya sampaikan bahwa per 1 Desember, kalau kita mau ke pusat perbelanjaan atau pasar modern dari rumah harus membawa goody bag karena kedua lokasi itu tidak menyediakan lagi kantong plastik sekali pakai,” terangnya. Dijelaskan olehnya, timbulan sampah di Kota Bogor 1 jiwa itu 0,6 kilogram per hari dengan kandungan sampah plastik bukan hanya kantong kresek mencapai 14 persen.

“Ini artinya 1 jiwa bisa menyumbang kurang lebih 100 gram per hari. Bayangkan dikali 1 bulan, kemudian dikali 1 tahun, berapa yang kita produksi,” ujarnya. “Nah hari ini saya kampanyekan untuk memilah sampah di mulai dari rumah kita, sampah organik masuk biopori, sampah unorganik kan bisa didaur ulang dan bank sampah induk Kota Bogor siap memfasilitasi karena ini memiliki nilai ekonomis,” kata Elia kembali.

Dirinya menargetkan juga pada tahun 2019 mendatang sampah hasil pilahan tersebut akan dijemput sampai ke gang-gang pemukiman warga dengan menggunakan sepeda motor. “Karena kalau tidak dilakukan mulai sekarang, kita tinggal menunggu saja tahun 2030 sampah akan merusak semua lingkungan,” ungkap Elia. [dinamikabogor]

fokus berita : #Heri Cahyono


Kategori Berita Golkar Lainnya