29 November 2018

Berita Golkar - Sebagian kalangan sempat mempertanyakan motif Presiden Jokowi memilih KH Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya pada Pilpres 2019. Selain dianggap belum populer, Kiai Ma'ruf juga agak kontroversial terkait kasus Ahok. Apapun penilain terhadap Kiai Ma'ruf, bagi politisi senior Golkar Theo L Sambuaga keputusan Jokowi memilih Ketua Umum MUI itu sebagai calon wakil presiden (cawapres) adalah pilihan tepat.

"Ma'ruf Amin adalah tokoh nasional yang memiliki rekam jejak  panjang dan baik," kata Theo L Sambuaga pada diskusi "Dari Tokoh Bangsa untuk Republik: Pemikiran KH Ma'ruf Amin mengenai Kerakyatan, Kebangsaan, dan Kedaulatan" di Jakarta, Rabu (28/11/2018). Diskusi yang diselenggarakan Megawati Institute itu dihadiri Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Ketua Apindo Anton J. Supit, dan Wakil Sekretaris Persatuan Islam (Persis) Muhammad Furqon.

Menurut Theo L Sambuaga, KH Ma'ruf Amin adalah sosok kiai dan ahli ekonomi syariah. Dirinya mengenal Kiai Ma'ruf sudah cukup lama, yakni sejak tahun 1999 ketika sama-sama menjadi anggota DPR RI periode 1999-2004. Saat itu, KH Ma'ruf Amin adalah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkiran Bangsa (PKB), sedangkan Theo L Sambuaga adalah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.

Dalam pertemuan-pertemuannya dengan KH Ma'ruf Amin, menurut Theo, dirinya mengetahui Ma'ruf Amin pernah menjadi anggota DPR RI pada periode 1972-1977 dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). "Kalau Kiai Ma'ruf lahir tahun 1943, maka pada tahun 1972 usianya belum genap 30 tahun. Itu menunjukkan Kiai Ma'ruf di usia muda sudah menjadi tokoh dan populer," terang Theo seperti dilansir Antara.

Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman Indonesia pada era Kabinet Reformasi Pembangunan ini juga memuji pandangan KH Ma'ruf Amin soal Pancasila, kerakyatan, kebangsaan, dan kedaulatan, yang disampaikan dalam forum diskusi melalui rekaman suara. KH Ma'ruf Amin tidak hadir pada diskusi tersebut, dengan alasan ada halangan. [merahputih]

fokus berita : #Theo Sambuaga


Kategori Berita Golkar Lainnya