03 Desember 2018

Berita Golkar - Materi pelajaran yakni Pendidikan Moral Pancasila (PMP) bakal dihidupkan kembali. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pun mendukung gagasan itu untuk membentengi generasi muda dari arus negatif globalisasi. Wakil Ketua MPR Wahyudin mengatakan, sekarang ini ada pergeseran nilai akibat globalisasi. Di mana banyak masuk pengaruh asing menjadikan tidak ada sekat antara budaya dari dalam negeri dan dari luar negeri.

“Orang menjadi radikal belajar dari internet, ngebom di mana-mana,” ungkap Mahyudin saat memberikan pidato dalam sosialisasi empat pilar MPR di Balikpapan, Kaltim, minggu kemarin (2/12/2018). Arus globalisasi yang seperti ini, lanjutnya, sudah sangat mengganggu dan mendegradasi nilai-nilai budaya.

Baca juga:  Mahyudin Himbau Masyarakat Tidak Pilih Politikus Yang Main Politik Uang

“Sehingga ini yang harus dibentengi dengan pendidikan moral pancasila," ujar mantan Bupati Kutai Timur ini. Mahyudin mengaku ada dorongan kuat dari masyarakat agar kurikulum PMP di hidupkan kembali. Masyarakat, lanjutnya, saat ini dalam kondisi yang cukup khawatir atas derasnya arus globalisasi yang bisa menggerus moral anak bangsa.

“Karena itu, pemerintah harus bisa menyikapi hal ini dengan menindaklanjuti keinginan masyarakat tersebut,” ujarnya. Memang, lanjut politikus Partai Golkar ini, saat ini masih ada kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

Baca juga: Jelang Pemilu 2019, Mahyudin Imbau Masyarakat Cerdas Hadapi Hoaks

Namun, justru unsur moral yang ada dalam kurikulum PMP sebelumnya dihilangkan. Padahal, unsur moral itu sangat penting untuk membendung pengaruh buruk globalisasi. “Coba bayangkan saja, sekarang ini banyak generasi muda yang justru ikut-ikutan menyebarkan berita hoak, tanpa menyadari dampaknya,” tandasnya.

Penghapusan kurikulum PMP, menurut dia, justru langkah mundur. Penghapusan ini imbas dari digulirkannya reformasi pada 1998 lalu. Di mana saat itu semua yang berbau Orde Baru (Orba) dianggap buruk. "Termasuk saat itu membubarkan BP7.Padahal BP7 ini yang menyelenggarakan P4,” ujarnya. [sindonews]

fokus berita : #Mahyudin


Kategori Berita Golkar Lainnya