04 Desember 2018

Berita Golkar - Dari pertemuan Tim Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI dengan Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, Hendrian D. Soebagjo dan jajarannya, RSUD Dr. Soetomo merupakan rumah sakit rujukan bagi pelayanan pasien kanker di tingkat nasional dan daerah di Provinsi Jawa Timur membutuhkan alat radioterapi bagi pasien kanker.

Anggota Komisi IX DPR Andi Fauziah Pujiwatie Hatta mendesak Kementerian Kesehatan  mengucurkan dana untuk pembelian alat radioterapi bagi pelayanan pasien kanker yang berobat ke RSUD Dr. Soetomo. “RSUD Dr. Soetomo ini sudah memiliki konsep yang cukup bagus, namun kurang dukungan dari Kemenkes untuk melakukan terapy radioterapi bagi pasien kanker yang berobat ke sana,” paparnya di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Sekedar Seremonial, Andi Fauziah Pujiwatie Kritisi Program Kampung KB

Ia menegaskan, Komisi IX akan mendesak Kemenkes segera melakukan tindakan atau mengambil langkah, sehingga bisa mengucurkan dananya untuk pembelian  alat ini, agar kemudian RSUD Dr. Soetomo dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal bagi penderita kanker yang ada di Indonesia.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menemukan selama ini masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak aware atau tidak tahu dirinya bisa terpapar atau terkena penyakit kanker atau  menderita gejala awal. “Banyak ditemukan penderita pada stadium akhir, sehingga sudah sulit untuk diambil tindakan dan akhirnya adalah  biaya yang besar karena harus melakukan beberapa tindakan yang nilainya memang cukup mahal,” paparnya.

Baca juga: Andi Fauziah Pujiwatie Keluhkan Belum Banyaknya Layanan Satu Atap Bagi Pekerja Migran

Ke depan, lanjut anggota dewan dari Sulsel, DPR dan Kementerian Kesehatan harus duduk bersama membuat peta jalan atau roadmap tentang bagaimana caranya agar promotif dan preventif terhadap penyakit kanker ini ditingkatkan. “Tadi saya juga sudah berbincang dengan Pengurus Yayasan Muslim Kanker yang hadir dalam pertemuan, bahwa ada yang namanya Valerie (vagina toilet sendiri)." kata Andi Fauziah.

"Dijelaskan prosesnya tidak lama hanya cukup 15 menit penyuluhan kemudian perempuan-perempuan Indonesia bisa melakukannya sendiri. Karena selama ini penyebab utama kanker servik itu ketidaktahuan perempuan bahwa gejala keputihan bisa indikasi kanker. Dengan melakukan valeri itu keputihan dapat di cegah, sehingga penderita kanker servik akan menurun dan biaya kesehatan yang harus dikeluarkan untuk tindakan kuratif bisa berkurang dan bisa dialokasikan untuk dana kesehatan yang lain,” jelasnya.

Baca juga: Andi Fauziah Pujiwatie Bantu Urus Kartu BPJS Untuk Balita Sakit Di Luwu

Selanjutnya, ia juga menilai BPJS Kesehatan fungsinya hanya sebagai kasir proses pembayaran, tetapi dalam proses pembayaran juga tidak tuntas. “Tadi kita melihat dana yang ditunggakkan pada RSD Dr. Soetomo cukup besar sekitar Rp 200 milyar, itukan cukup mengganggu,” ungkapnya. Ia mengusulkan, BPJS Kesehatan melakukan langkah-langkah nyata yaitu terlibat dalam proses promotif preventif bukan hanya sebagai proses pembayaran atau sebagai kasir.

Sebelumnya dalam pertemuan yang dihadiri Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, Dewas BPJS Kesehatan, Yayasan Kanker Indonesia dan Yayasan Muslim Kanker, Wakil Direktur RSUD Dr. Soetomo Hendrian D. Soebagjo menyampaikan 25,36% pembiayaan rumah sakit bagi pelayanan rawat jalan pasien kanker dan 34,37% bagi pelayanan rawat inap pasien kanker. Tunggakan BPJS Kesehatan pada RSUD Dr. Soetomo sebesar Rp 229.824.179.195,-. [kontributor Jatim]

fokus berita : #Andi Fauziah Pujiwatie


Kategori Berita Golkar Lainnya