02 Desember 2018

Berita Golkar - Pernyataan Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah yang menyebut Presiden RI ke-2 Soeharto sebagai guru korupsi dikhawatirkan menimbulkan suasana tambah keruh dan kisruh. Maka itu, pernyataan Ahmad Basarah tersebut disayangkan Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia.

"Saya cukup menyayangkan pernyataan yang dilontarkan oleh politisi senior dari PDIP yang juga adalah salah satu pimpinan lembaga negara itu," ujar Ahmad Doli Kurnia, Minggu (2/12/2018). Sebab, dia mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan banyak pihak sudah sepakat bersama-sama memerangi hoaks dan ujaran kebencian di masyarakat. "Tapi kenapa ujaran kebencian itu malah datangnya dari elite dan pejabat publik," katanya.

Baca juga: Ahmad Doli Kurnia Ungkap Golkar Ingin Usung Capres Sendiri di Pemilu 2024

Tindakan Ahmad Basarah itu dianggap kontraproduktif dengan upaya pihaknya menciptakan situasi politik yang kondusif menjelang Pemilu 2019. "Saya malah khawatir ucapan itu akan kembali mengundang ujaran kebencian lain yang akan menciptakan suasana tambah keruh dan kisruh. Mungkin sebentar lagi akan muncul lah istilah 'guru-guru' negatif yang lain," tuturnya.

Menurutnya, sebaiknya semua pihak sebagai bangsa yang besar tetap menghargai para pemimpin dan pendahulu. "Dari sekian keburukannya, pastilah banyak yang telah mereka korbankan, sumbangkan, dan perjuangkan demi bangsa dan negara," paparnya. Doli melanjutkan, sebagai generasi penerus harus mengambil pelajaran positif dan terus melestarikan kebaikan-kebaikan generasi sebelumnya. Yang negatif tentu dikubur dalam-dalam.

Baca juga: Lantik Golkar Sidimpuan, Ahmad Doli Kurnia Minta Tiga Tugas Besar Dituntaskan

"Urusan salah dan khilaf yang telah dilakukan oleh para pemimpin kita, telah diteruskan ke dalam mekanisme hukum," katanya.  Lebih dari itu, sambung dia, bila salah dan khilaf itu benar, para mantan pemimpin bangsa itu sesungguhnya pun sudah mempertanggungjawabkannya saat ini kepada Sang Pencipta. "Janganlah kita mencoba mengambil hak Tuhan menghakimi mereka. Kita hormatilah Pak Karno dan Pak Harto, sama dengan kita menghormati Pak Habibie, Gus Dur, Bu Mega, Pak SBY, dan Pak Jokowi," pungkasnya. [sindonews]

fokus berita : #Ahmad Doli Kurnia


Kategori Berita Golkar Lainnya