05 Desember 2018

Berita Golkar - Sudah jatuh tertimpa tangga. Usai ditetapkan menjadi tersangka dugaan dalang penipuan jual beli tanah Rp 150 miliar di Pecatu, kini jabatan politik I Ketut Sudikerta di Partai Golkar mulai dilucuti. Sudikerta dicopot sebagai ketua DPD I Partai Golkar Bali. DPP Golkar menunjuk Gde Sumerjaya Linggih (Demer) sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Bali.

Tentu tidak mudah bagi Sudikerta melepas jabatannya itu. Sebab, jabatan itu sudah dia sandang sejak 2009 lalu. Semestinya masa bakti Sudikerta sebagai orang nomor satu di Golkar Bali berakhir 2020 mendatang. Pencopotan Sudikerta itu berdasar SK DPP Golkar bernomor: Kep362/DPP/Golkar/XII/2018. Surat diteken langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk Freidrich Paulus.

Baca juga:  Ketut Sudikerta Jadi Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan Tanah di Jimbaran

SK diserahkan Korbid Kepartaian DPP Partai Golkar, Ibnu Munzir dan diterima langsung Demer. “Berdasar hasil rapat DPP Golkar hari ini (kemarin, Red), jabatan Ketua DPD I Partai Golkar Bali menjadi Plt. Kebetulan saya yang ditunjuk menjadi Plt-nya,” ujar I Gde Sumarjaya Linggih. Demer berharap seluruh kader Golkar Bali bisa kompak. Dia meminta seluruh kader bekerja dengan baik dan lebih bersemangat.

Salah satu alasan DPP mencopot Sudikerta karena ditetapkan tersangka oleh Polda Bali. Penunjukkan Plt dimaksudkan agar roda organisasi tetap berjalan. “Memberhentikan Saudara I Ketut Sudikerta sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali masa bakti 2015–2020.” Demikian bunyi penetapan dalam SK DPP Golkar. Demer sendiri sebelumnya menjabat Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali.

Baca juga: Ketut Sudikerta Jadi Saksi Pelanggaran Pidana Pemilu Caleg Nasdem di Buleleng

Dengan penunjukkan Plt ini maka Demer diizinkan rangkap jabatan. Meski sudah ditunjuk sebagai Plt, Demer berharap Sudikerta bisa segera menuntaskan kasus yang menimpanya. “Saya prihatin juga dengan Pak Sudikerta. Dengan melepas tanggung jawab (Ketua DPD I Golkar Bali), semoga Pak Sudikerta bisa lebih fokus menangani kasus yang menimpanya,” imbuh anggota DPR RI itu.

Untuk menjalankan tugas barunya, Demer menyatakan hari ini mulai turun ke bawah untuk konsolidasi dengan kader beringin. Konsolidasi dengan kader diperlukan agar kader lebih bersemangat lagi menghadapi pilpres dan pileg. Demer ingin kasus Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka bisa dijadikan pemicu semangat kader lebih keras lagi untuk melakukan kerja politik.

Baca juga: Golkar se-Bali Dorong Sudikerta Jadi Caleg DPR, Demer dan Wayan Gredeg No Comment

Disinggung bagaimana menghadapai loyalis Sudikerta, politikus asal Buleleng itu menyatakan pihaknya harus bekerja ekstra keras. “Kalau itu ada (loyalis Sudikerta), saya minta bergabung bekerja bersama-sama. Tapi, kalau tidak mau saya juga tidak bisa memaksa. Saya berharap semua kader solid,” imbuhnya.

Untuk target Partai Golkar di Bali dalam Pileg 2019, Demer mengatakan kasus Sudikerta tidak mengendurkan target yang sudah ditetapkan. “Target kami tetap tiga kursi untuk DPR RI. Kami tidak menyurutkan semangat, bahkan ini menjadi semangat kita, sebagai bahan motivasi dalam bekerja,” tukas pria berkumis itu. [radarbali]

fokus berita : #Ketut Sudikerta #Gde Sumarjaya Linggih


Kategori Berita Golkar Lainnya