13 November 2018

Berita Golkar - Program pemerintah untuk mencetak calon-calon pemimpin bangsa di masa depan untuk semua rakyat dilakukan pemerintah. Bagi anak bangsa yang cerdas dari keluarga tidak mampu dapat meneruskan pendidikan hingga S1 dengan program Bidikmisi. Sedangkan bagi mereka yang cerdas dan dari keluarga mampu pemerintah memberikan bantuan PPA.

Anggota DPR RI, Marlinda Irwanti menyampaikan hal ini di Kota Pekalongan. Selama 2 tahun ini, ia telah memberikan aspirasi Bidikmisi 300 dan 100 PPA, mereka kuliah di Universitas Pekalongan, STIE Muhammadiyah dan STIKES Muhammadiyah. Marlinda berharap anak bangsaa di Batang, Pekalongan dan Pemalang yang cerdas dan dari keluarga kurang mampu dapat menjadi pemimpin-pemimpin di masa mendatang.

"Beasiswa diberikan selama 8 semester (sampai lulus S1), jadi tidak ada lagi anak dari keluarga kurang mampu tidak bisa menguliahkan anaknya sampai jenjang S1/Sarjana." ujar politisi Partai Golkar ini. Indonesia, lanjut Marlinda, akan maju jika SDM kuat karena tidak bisa hanya bergantung pada SDA. "Di era digital saat ini negara membutuhkan SDM yang tanggung dan cerdas," katanya.

Marlinda menyampaikan pemikiran tersebut pada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR di kampus Universitas Pekalongan senin (12/11/2018) lalu. "Mahasiswa Bidikmisi dan PPA harus menjadikan kampusnya sebagai tempat bagi sivitas akademika untuk mengembangkan diri, menimba ilmu, mempelajari berbagai pengetahuan tapi tidak untuk paham radikal, karena radikalisme bertentangan dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika." lanjut Marlinda.

Belakangan sejumlah perguruan tinggi negeri disebut terpapar radikalisme, namun Anggota Komisi X DPR ini meyakini tidak semua kampus di Indonesia menjadi tempat bagi tumbuh dan berkembangnya radikalisme. Marlinda melihat peristiwa terpaparnya sejumlah kampus oleh radikalisme lebih disebabkan belum maksimalnya pembelajaran tentang Pancasila.

Marlinda menilai menyosialisasikan empat pilar di lingkungan kampus sebagai upaya membangun benteng guna menangkal radikalisme. Sebagai upaya menolak hadirnya radikalisme di Kampus, Marlinda mengajak seluruh peserta sosialisasi empat pilar bijak memanfaatkan media sosial. “Media sosial sebaiknya kita gunakan untuk hal positif, berargumentasi secara akademis bukan memecah belah bangsa,” pungkasnya. [kontributor Jateng]

fokus berita : #Marlinda Irwanti


Kategori Berita Golkar Lainnya