05 Desember 2018

Berita Golkar - Perkembangan digital yang semakin pesat menjadi tuntutan dari berbagai aspek khususnya dalam persaingan di dunia bisnis. Hal ini yang juga menjadi perhatian dari Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI, Andi Achmad Dara untuk mendorong para entrepreneur (pengusaha) muda untuk lebih memahami strategi pemasaran usahanya di era digital.

Menurut Anggota Komisi XI DPR RI ini, strategi pemasaran masa kini sudah harus berubah dari konvensional ke digital. Maraknya penggunaan smart phone saat ini menjadi media pemasaran efektif. Karenanya, para entrepreneur muda harus lebih memahami bagaimana strategi memasarkan produk atau brandnya di era digital ini. Sehingga akan membuka jalan lebih lebar untuk mendapatkan hasil terbaik.

“Ini masanya digital, perubahan selalu terjadi dan kita harus menangkap moment ini dalam usaha. Kita lakukan dengan strategi terbaik dan bisa memahami polanya dalam membangun brand dan memasarkan di era digital ini,” ungkap Andi saat menjadi keynote speech seminar bertajuk “Strategi Branding dan Digital Marketing” yang digelar Tangsel Creative Foundation bersama Bank Indonesia (BI), di Bintaro, Tangsel, (1/12/2018).

Ia menambahkan, akan terus mendorong lembaga-lembaga keuangan negara, untuk membantu para entrepreneur muda mengembangkan bisnisnya. Terutama bagaimana melakukan pemasaran usaha yang tepat di era digital. “Saya pasti akan mendorong para pengambil kebijakan dan penentu regulasi untuk menetukan alternative action yang berpihak pada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terutama anak muda di industri kreatif,” tutur Andi.

Mengamini pernyataan Andi Achmad Dara, Deputi Direktur Keuangan Inklusif Bank Indonesia, Ricky Satria mengatakan, sekarang ini Indonesia telah masuk lima besar negara dengan pertumbuhan penjualan smarth phone dan pengunaannya sudah seperti virtual office atau ATM berjalan. Terlebih data menyebutkan, 30 persen orang Indonesia pengguna aktif internet. Dan itu menjadi market yang sangat potensial.

“Ini menjadi tantangan bagi kita dan ada kesempatan untuk mulai membuka bisnis. Jangan sampai kita hanya menjadi konsumen bukan produsen,” kata Ricky. Ricky menambahkan, pada umumnya lima sampai 10 ide membuka usaha itu berawal dari start up. Banyak para pengusaha sukses mendapatkan ide dari belajar, mengamati kebutuhan publik dan juga dari berubahnya kebijakan pemerintah.

Namun ia juga mengingatkan masyarakat lebih mematangkan diri bila ingin membuka usaha. Ia menilai, tidak berkembangnya suatu start up disebabkan beberapa faktor. Antara lain tidak ada komitmen para pendirinya, manajemen keuangan yang buruk, menyewa jasa tidak berkualitas, tidak memahami perkembangan teknologi. “Serta tidak mengetahui ketentuan dari pemerintah,” tukas Ricky. [tangerangonline]

fokus berita : #Andi Achmad Dara


Kategori Berita Golkar Lainnya