05 Desember 2018

Berita Golkar - Bupati HM Suhaili FT menegaskan, pembangunan Dam Mujur di Praya Timur Lombok Tengah mudah. Yang penting, pemerintah pusat memperjelas dan memperinci, berapa pola pembagian anggarannya. “Dari dulu hingga sekarang, itu yang sebatas wacana-wacana saja,” sindir Ketua DPD Partai Golkar NTB tersebut, kemarin (4/12/2018).

Kalau misalnya, lanjut Suhaili pemerintah pusat siap 50 persen, maka Pemkab siap berbagi dengan pemerintah provinsi. Apakah, sama-sama 25 persen, atau bahkan Pemkab diberikan 30 persen. “Kalau saya ke Jakarta, hal ini selalu saya sampaikan,” bebernya. Bagi Suhaili, percuma dibentuk tim percepatan pembangunan dam Mujur jika tidak ada kepastian dari pemerintah pusat. Pemkab pun ingin, proses pembangunannya seperti program pembangunan infrastruktur jalan.

Dengan begitu, diakuinya Pemkab jauh-jauh hari, mempersiapkan anggaran pembebasan lahan. Seperti, pembangunan jalan dua jalur dari pertigaan kantor PLN-Batujai. Lalu, pembangunan jalan dua jalur dari pertokoan Praya menuju Tampar-Ampar. “Soal anggaran pembebasan lahan Dam Mujur, berapa pun kami siap. Tapi, lagi-lagi saya tekankan harus jelas dong,” tegas pria asal Desa Bodak, Praya tersebut.

Suhaili menambahkan, kalau misalnya tidak ada anggaran di APBD, maka Bank NTB siap memberikan pinjaman sebesar Rp 200 miliar. Belum lagi, tawaran dari yang lain-lain. “Sejak Bank NTB berdiri hingga sekarang, kita satu-satunya daerah yang tidak pernah mengajukan pinjaman,” bebernya. [lombokpost]

fokus berita : #Suhaili FT


Kategori Berita Golkar Lainnya