04 Desember 2018

Berita Golkar - Partai pendukung pemerintah tidak menampik terdapat ada beberapa direktur utama di perusahaan BUMN yang sebenarnya tidak layak menduduki posisi itu. Politisi muda Partai Golkar Adi Baiquni mengkritisi dipilihnya beberapa direksi BUMN yang bukan berdasarkan atas keahliannya.

"Saya setuju kalau komisaris BUMN jangan sampai dari jurusan kimia pekerjaannya itu urusi tol. Atau pekerjannya apa, lulusannya apa," katanya dalam diskusi bertajuk 'Pengelolaan BUMN di Era Pemerintahan Joko Widodo' di Kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Baiquni mengungkapkan hal itu menanggapi kritik Ketua Umum Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono yang mengatakan adanya beberapa dirut BUMN tidak kompeten di bidangnya. Mereka yang kebanyakan aktivis itu dipilih hanya karena politik balas budi yang dilakukan Presiden Jokowi.

Semestinya, menurut Baiquni, dirut BUMN dipilih karena profesionalitasnya, bukan karena kedekatan atau lobi politik. "Saya kira sangat profesional ini sangat penting menjadi catatan ke depan kalau insya Allah 10 tahun Pak Jokowi memimpin ini sangat penting dilaksanakan. Terutama dalam mempersiapkan sumber daya mewujudkan Nawacita," jelasnya. [rmol]

fokus berita : #Adi Baiquni


Kategori Berita Golkar Lainnya