07 Desember 2018

Berita Golkar - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum juga menahan Anggota DPR, Markus Nari, meski sudah sekitar 1,5 tahun dia ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek e-KTP. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dikonfirmasi awak media berdalih pihaknya menemui kendala saat menangani perkara Markus Nari. Namun penahanan belum bisa dilakukan memang karena belum dibutuhkan hingga saat ini.

"Yang jelas, penyidikannya terhadap MN masih berjalan," ujar Febri Jumat, (7/12/2018). Menurut Febri, kasus yang menjerat Markus Nari berbeda tahun anggaran dengan tersangka-tersangka proyek e-KTP lainnya yang sudah selesai disidangkan dan divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta seperti Irman, Sugiarto, Andi Narogong, Setya Novanto, Anang Sugiana, Made Oka Masagung, dan Irvanto Hendra Pambudi.

Baca juga: Markus Nari Bantah Terima 4 Miliar dari Proyek Pengadaan e-KTP

 

Mereka terjerat kasus e-KTP tahun anggaran 2011-2013. Markus Nari terkait perubahan anggaran e-KTP tahun 2012-2013. Sebelum itu, 2 Juni 2017, kata Febri, Markus Nari dari Fraksi Partai Golkar (FPG) dijerat KPK terkait perkara merintangi proses penyidikan e-KTP. Ia ditetapkan tersangka karena diduga menekan saksi lain memberi keterangan tak benar. "Nanti mungkin berkasnya (dakwaanya) itu bakal digabungkan," kata mantan aktivis ICW itu. [viva]

fokus berita : #Markus Nari


Kategori Berita Golkar Lainnya