08 Desember 2018

Berita Golkar - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan terungkapnya kasus jual-beli blangko e-KTP di pasar daring (online) harus menjadi bahan evaluasi perbaikan sistem bagi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), khususnya Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Ia mengatakan, perbaikan harus dilakukan khususnya terkait pengawasan data-data kependudukan yang rawan disalahgunakan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. "Kemendagri, terutama Dukcapil, harus lebih bisa menjaga data-data kependudukan agar jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan tertentu," ujar Ace, Sabtu (8/12/2018).

Baca juga: Ace Hasan Tegas Tolak Usulan Kemenag Tetapkan Biaya Haji Gunakan Dolar AS

 

Menurut dia, data-data kependudukan yang harusnya bersifat rahasia ini rawan disalahgunakan, tidak hanya menjelang pemilihan umum, tetapi juga rawan diperjualbelikan untuk kepentingan lain. "Ini harus ditelusuri yang katanya e-KTP canggih itu mudah untuk dibajak chip-nya," jelas wakil ketua Komisi VIII DPR RI ini.

 

Sebelumnya, Ditjen Dukcapil mengungkap kasus penjualan blangko E-KTP secara online. Penjual blangko e-KTP di pasar daring itu diduga dilakukan anak pejabat Disdukcapil Provinsi Lampung. Kemendagri pun telah melaporkan persoalan tersebut ke Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. [okezone]

fokus berita : #Ace Hasan


Kategori Berita Golkar Lainnya