15 November 2018

Berita Golkar - Beberapa himbauan disampaikan baik oleh Pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat agar hoaks dihentikan karena memasuki tahun politik yaitu Pemilu 2019. Anggota DPR RI, Marlinda Irwanti berpendapat hoaks harus dihentikan tidak hanya karena tahun politik tapi harus ada upaya-upaya secara berkelanjutan. Sudah saatnya tidak memanfaatkan hoaks untuk kepentingan apapun. Karena sangat merugikan bangsa Indonesia.

Marlinda meminta generasi muda zaman now menangkal hoaks dengan meningkatkan minat baca. Hal ini disampaikannya saatn sosialisasi 4 pilar di SMK Muhammadiyah Pekalongan pada Rabu (14/11/2018). Marlinda berpendapat ada korelasi antara suburnya hoaks dengan rendahnya minat baca di kalangan masyarakat. Data dari Unesco menyebutkan minat baca di Indonesia itu 0,001 artinya satu orang dari 1.000 orang yang baca buku.

Baca juga: Marlinda Irwanti Ajak Mahasiswa Bidikmisi Jadi Garda Terdepan Pancasila

Hasil studi "Most Litered Nation in the World" yang dilakukan Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu Indonesia menduduki rangking ke 60 dari 61 negara paling rendah minat bacanya .Indonesia berada persis di bawah Thailand (59) dan di atas Botswana, Afrika (61). Marlinda menduga minat baca rendah karena bangsa Indonesia lebih suka menggunakan telepon seluler hampir di semua tempat.

Masyarakat Indonesia khususnya anak muda lebih asyik memandang telepon seluler daripada memegang buku. Menempati ranking ke lima dunia, pengguna gawai di Indonesia mencapai 60 juta. "Masyarakat Indonesia itu menatap layar telepon genggam bisa berjam-jam tapi bila menatap buku kemudian mengantuk. Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan menulis curhat di media sosial daripada menulis buku," ujar Marlinda.

Baca juga:  Tangkal Radikalisme, Marlinda Irwanti Ingin Jadikan Kampus Laboratorium Kebhinnekaan

Kebiasaan tidak membaca buku tapi menatap gawai yang mayoritas isinya hoaks semua, menurut Marlinda. akhirnya kalau tidak baca hoaks ya ikut menyebarkan hoaks. "Sudah saatnya pemerintah tegas dengan peredaran hoaks di Indonesia, karena di beberapa negara seperti di Jepang, Tiongkok dan Filiphina hoaks tak sebebas ini." ungkapnya

Marlinda menyatakan di Indonesia masyarakat bisa menjadi penyebar hoaks, itulah penyebab membanjirnya ujaran kebencian di media sosial. "Info negatif yang tujuannya menimbulkan emosi pada publik sehingga merusak persatuan dan kesatuan bangsa, kebhinnekaan kita menjadi rapuh, sila-sila Pancasila belum maksimal diimplementasikan" pungkas Marlinda. [kontributor Jateng]

fokus berita : #Marlinda Irwanti


Kategori Berita Golkar Lainnya