10 Desember 2018

Berita Golkar - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) tidak menampik, biaya dalam kontestasi politik sangat mahal. Menurut JK, bukan hanya di Indonesia, biaya politik di belahan dunia manapun sangat mahal. Ini disampaikan Wapres JK saat membuka rapat koordinasi nasional Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12/2018).

"Di manapun dunia ini, biaya politik mahal. Di Amerika sampai triliunan," ujar Wapres JK. Meski biaya politik mahal, Wapres JK menekankan agar tidak terjadi politik uang dalam Pemilu 2019. "Saya tanya di Malaysia kenapa waktu kemarin Najib jatuh, karena pemilu terlalu mahal. Termasuk hal yang ingin kita hindari, termasuk money politic. Ini hal yang harus kita awasi dengan betul," kata JK.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini bersyukur Pemilu di Tanah Air jauh lebih aman dibanding di negara lainnya. JK mengaku saat jeda sebagai Wapres era SBY dan Jokowi, dia sempat melakukan observasi pemilu. Menurut dia, ada delegasi dari Pakistan yang tiba-tiba jenuh melihat Pemilu berjalan dengan damai.

"Tapi kemudian delegasi Pakistan ngomong, saya ingin pulang besok, karena ini pemilu yang membosankan. Loh kenapa? karena kalau pemilu yang tidak tembak-tembakan tidak seru," kata JK mengenang. "Kita bersyukur, aman, bahwa ribut di dunia maya iya, tapi tidak ada fisik," tambah JK. [merdeka]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya