09 Desember 2018

Berita Golkar - Indonesia kaya akan aneka ragam spesies tanaman obat yang tersebar di berbagai daerah. Kendati demikian, 95 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor. Karena itu, Komisi IX DPR RI mendukung pengembangan riset tanaman obat dan obat tradisional menuju kemandirian bahan baku obat.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi IX DPR RI Syamsul Bachri disela-sela kunjungan kerja Komisi IX ke Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Kementerian Kesehatan di Tawangmangu, Jawa Tengah, Sabtu (08/12/2018).

Baca juga: Syamsul Bachri Apresiasi Hubungan Baik Manajemen PTPN XIII Dengan Serikat Pekerja

"Komisi IX mendukung pengembangan dan pemeliharaan terutama obat tradisional yang sudah terbukti selama ratusan tahun secara turun temurun berkhasiat dan membantu kesehatan masyarakat," ungkap Syamsul.

Politisi Fraksi Partai Golkar (FPG) itu menuturkan, selama ini industri farmasi nasional sangat tergantung pada bahan baku obat impor. Padahal, bahan baku obat melimpah di Indonesia. Karenanya, ia berharap industri farmasi Indonesia mampu bertansformasi menjadi industri farmasi berbasis riset dan pengembangan, sehingga nantinya dapat bersaing di pasar obat.

Baca juga: Syamsul Bachri Dorong Kemenkes Berikan Layanan Kesehatan Tanpa Kecurangan

Dirinya juga mendorong Kementerian Kesehatan RI aktif mensosialisasikan potensi dan manfaat tanaman obat tradisional. Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan obat-obat tradisional seperti tanaman jamu sebagai langkah preventif mencegah timbulnya penyakit. "Saya kira ini perlu disosialisasikan secara masif ke tengah-tengah masyarakat bahwa tanaman obat merupakan salah satu alternatif untuk pemeliharaan kesehatan," katanya. [kontributor Jateng]

fokus berita : #Syamsul Bachri


Kategori Berita Golkar Lainnya