08 Desember 2018

Berita Golkar - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah (Ijeck) telah memperlihatkan perhatian yang besar dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat masyarakat pekebun kelapa sawit. Bahkan Ijeck berjanji akan hadir langsung dalam penanaman perdana Program Peremajaan Kelapa Sawit seluas 157 hektar di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) pada 12 Desember 2018 mendatang.

Atas hal tersebut, Ijeck mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya dari politisi muda Partai Golkar yang merupakan putra daerah Labuhanbatu Samsir Pohan. "Saya sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumut, dalam hal ini Bang Ijeck selaku Wagub Sumut yang mengawal dan memastikan program peremajaan kelapa sawit tersebut berjalan semestinya dan maksimal," katanya di Kantor DPD Partai Golkar Sumut, Jumat (7/12/2018).

Baca juga: Bupati Labuhanbatu Janjikan 70 Ribu Suara Untuk Rambe Kamarul Zaman

Samsir Pohan mengajak seluruh pekebun sawit di Labuhanbatu Raya (Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu, dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan) untuk maksimal dalam mendukung program tersebut tanpa ada kecemburuan. "Saya juga siap menjadi corong bagi pekebun sawit di Labuhanbatu Raya yang ingin memahami dan mendapatkan manfaat dari program peremajaan ini," imbuhnya.

"Walaupun program perdana diadakan di kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labusel, tapi sesuai program, ketiga kabupaten Labuhanbatu Raya akan mendapatkan program dukungan yang sama. Karena itu kita, dalam hal ini saya dan para pekebun kelapa sawit harus berada tepat di belakang Bang Ijeck memberikan dukungan yang maksimal," tegasnya.

Baca juga: Samsir Pohan Tegaskan Golkar Sumut Siap Antarkan Jokowi-Airlangga Ke Istana

Samsir Pohan juga berjanji mendorong agar program peremajaan kelapa sawit di Labuhanbatu Raya dapat terus berjalan dan bertambah besar di tahun 2019 mendatang. "Saya akan menyuarakan kepastian dan tambahan bantuan tahun 2019 melalui Fraksi Partai Golkar di DPR RI. Labuhanbatu Raya harus jadi lumbung sawit berkualitas di Sumut untuk memastikan harga sawit dari kebun rakyat paling tinggi harga jualnya ke pabrik," jelasnya.

Program peremajaan kelapa sawit milik petani pekebun rakyat swadaya ini dibiayai Badan Pengelola Perkebunan Kelapa Sawit (BPPKS) di bawah Kementerian Keuangan sebesar Rp 25 juta per hektar, dananya ditransfer langsung ke rekening petani. Penanaman perdana peremajaan 157 hektar pekebun rakyat mandiri ini melibatkan 45 petani sawit rakyat yang akan difokuskan di Desa Parlabian Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labusel.

Baca juga: Diundang Kedubes Australia Bahas Pilgubsu, Ini Yang Disampaikan Samsir Pohan

Untuk membantu pengelolaan teknis di lapangan dihunjuk PT Asian Agri dan PT Nubika sebagai mitra kerja. Ke-45 petani swadaya pemilik kebun rakyat dimaksud memiliki lahan masing-masing antara 1 sampai 4 hektar di bawah naungan Koperasi Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera yang menjadi mitra kerja Asian Agri Group.

"Untuk Koperasi Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera yang menjadi mitra kerja Asian Agri Group, harus sungguh-sungguh mengelola bantuan pemerintah tersebut. Karena baik buruknya program perdana ini akan berdampak kepada keberlanjutan program bantuan di seluruh Labusel, Labuhanbatu dan Labura," tandas Samsir Pohan yang pada 2019 nanti akan bertarung memperebutkan kursi DPRD Provinsi dari Dapil Sumut VI. [kontributor Sumut]

fokus berita : #Samsir Pohan


Kategori Berita Golkar Lainnya