11 Desember 2018

Berita Golkar - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan pembangunan infrastruktur di berbagai bidang yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pembangunan infrastruktur tidak hanya menghubungkan Indonesia dari barat ke timur dan dari utara ke selatan saja, tapi menghubungkan ikatan persaudaraan dari Aceh hingga Papua, serta dari Miangas hingga Pulau Rote.

“Banyak elite politik mengkritisi petani, nelayan dan rakyat di pedesaan tidak butuh infrastruktur. Ungkapan ini tidak tepat. Justru karena adanya infrastrukturlah, petani, nelayan, dan rakyat di pedesaan mudah mendistribusikan produknya. Infrastruktur kunci bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat," ujarnya usai menerima buku 'Kemajuan Infrastruktur Nasional' dari Presiden Jokowi, di Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Baca juga: Bambang Soesatyo Dorong Sistem e-Voting di Pemilu Mendatang

Penyerahan buku itu bisa dinilai simbolisasi pertanggungjawaban pemerintahan Jokowi kepada rakyat Indonesia yang diwakili Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Hadir dalam acara ini Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menseskab Pramono Anung dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Legislator Partai Golkar ini memaparkan, infrastruktur yang dibangun Presiden Jokowi tidak hanya jalan raya saja. Tetapi, juga pelabuhan, bandara, rel kereta api, irigasi dan perumahan rakyat. Tidak ketinggalan pula pembangunan infrastruktur di bidang energi dan informasi teknologi.

Baca juga: Bambang Soesatyo Ajak Santri dan Pesantren Bantu Gerakkan Ekonomi Rakyat

“Pembangunan infrastruktur berhasil membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Karena setiap pembiayaan Rp 1 triliun menyerap 14.000 tenaga kerja. Sudah lebih dari 7 juta tenaga kerja yang terserap di berbagai proyek infrastruktur," jelas Bamsoet. Ia memuji kebijakan Presiden Jokowi yang melebarkan pembangunan sampai ke wilayah timur Indonesia. Ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya Jawa dan Sumatera saja.

Selain penyerahan buku 'Kemajuan Infrastruktur Nasional', dalam acara tersebut juga diluncurkan Geoportal Kebijakan Satu Peta. Dengan demikian Indonesia akan memiliki big data tentang seluruh informasi yang memiliki unsur lokasi di permukaan, di dalam, maupun di atas bumi Indonesia.

Baca juga: Bambang Soesatyo Nilai Partisipasi Rakyat Danai Parpol Bantu Ciptakan Pemerintahan Bersih

“Menjelang 74 tahun kemerdekaan Indonesia, akhirnya kita punya satu peta yang bisa dijadikan acuan dalam mengambil berbagai kebijakan. Geoportal Kebijakan Satu Peta juga bisa menunjang pembangunan infrastruktur dalam hal positioning, localization, surveying, mapping and charting," tutur Bamsoet.

Legislator dapil Jawa Tengah VII ini menilai, dengan adanya Kebijakan Satu Peta, diharapkan bisa meningkatkan kualitas penataan ruang baik ditingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. Dengan demikian kepastian usaha terkait lokasi, peruntukan, zonasi lahan juga semakin jelas dan memudahkan proses perizinan usaha.

“Saya harap political will pemerintah dalam menjalankan Kebijakan Satu Peta ini tidak kencang di awal dan mengendur di belakang. Kebijakan ini harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, tidak boleh setengah-setengah. Melalui Kebijakan Satu Peta, Indonesia sudah menunjukan kepada dunia bahwa bangsa kita sudah mulai bergerak maju," pungkas Bamsoet. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya