11 Desember 2018

Berita Golkar - Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD DKI Jakarta, HM Ashraf Ali mendukung penuh kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan yang akan menaikan tarif parkir mahal di Lapangan IRTI Monas untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI. Tarif parkir di IRTI yang selama ini diberlakukan hanya Rp68 ribu per bulan, sama saja membiarkan semua PNS naik mobil pribadi berangkat bekerja di kantor Pemprov DKI.

"Kami dukung penuh kebijakan Pak.Gubernur Anies menaikan tarif parkir di IRTI untuk PNS DKI. Saya mengajak para pegawai naik Transjakarta, KRL, Ojol dan.opang. ini untuk mengurangi volume kendaraan di jalan Ibu Kota," kata Ashraf. Sementara itu, Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan akan menaikkan tarif parkir di IRTI Monas bagi pegawai PNS DKI.

Baca juga: Fraksi Golkar Senang dan Bangga Erwin Aksa Jadi Alternatif Cawagub DKI Jakarta

Kebijakan ini akan berlaku efektif tahun depan. "Parkir IRTI, mulai tahun 2019 tidak ada lagi tarif murah untuk pegawai Pemprov DKI. Ya mulai 1 Januari," kata Anies di Balai Kota DKI. "Bisa dinaikan Rp 20.000-Rp25 000 per hari, hal itu tujuannya untuk membatasi PNS menggunakan kendaraan pribadi berangkat bekerja," ujar Ashraf Ali.

Ashraf mengajak PNS untuk menggunakan kendaraan umum, Transjakarta, KRL, ojol dan opang. Ajakan Ashraf itu tidak hanya isapan jempol. Pada hari Selasa (11/12/2018) ia mengendarai bajaj dari rumahnya di Pasar Manggis, Setiabudi ke kantor DPRD DKI di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. "Bajaj nya saya kendarai sendiri, si abangnya duduk di belakang. Dari rumah saya di Pasar Manggis hanya 20 menit kok. Ongkosnya murah, " kata Ashraf.

Baca juga: Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Tolak Nama Cawagub Usulan PKS, Ini Alasannya

Menurut Ashraf kalau tarif parkir murah, tentu bertolak belakang dengan kebijakan Pemprov DKI meningkatkan jumlah penumpang Transjakarta dan angkutan.umum lainnya. Sementara itu, Gubernur Anies mengatakan, selama ini pegawai yang berkantor di Balai Kota memanfaatkan parkir di IRTI Monas. Tarif parkir murah sama saja memanjakan PNS yang sudah menerima

Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) sangat besar. "Tarif parkir Rp 68.000 per bulan, ya semuanya naik mobil. Coba, itu logika yang salah, ketika kita ingin lebih banyak orang naik kendaraan umum, maka kendaraan umumnya dibuat murah, parkir kendaraan pribadinya jadi mahal. Itu logikanya begitu," ujarnya.

Baca juga: Ashraf Ali, Politikus Betawi Pendobrak Birokrasi DKI Yang Ruwet dan Jelimet

Anies mengatakan, kebijakan yang berlaku selama ini salah. Ia meminta PNS DKI memanfaatkan fasilitas transjakarta gratis melalui kartu pegawai mereka. "Kita semua pemegang (kartu Bank DKI) punya hak menggunakan transjakarta free, dipakai itu," kata dia. Pemprov DKI tengah menyusun dasar hukum pengetatan parkir. Dengan berkurangnya lahan parkir dan mahalnya tarif, masyarakat diharapkan beralih menggunakan transportasi massal. [suarakarya]

fokus berita : #Ashraf Ali


Kategori Berita Golkar Lainnya