10 Desember 2018

Berita Golkar - Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, Firmandez meminta Pemerintah Pusat membangun jalan ke pusara pahlawan nasional Cut Mutia di Aceh Utara. Pasalnya menuju ke sana rusak parah, di beberapa titik terlihat berkubang dan berlumpur, jalan sepanjang 25 kilometer itu mulai dari Desa Alue Rimee, Pirak Timu, sampai ke Gunong Lipeh.

“Kita minta pemerintah pusat untuk membangun jalan ke makan pahlawan nasioal Cut Meutia, kalau itu bukan jalan negara kita minta pemerintah Aceh untuk memperhatikan pembangunannya, dana otonomi khusus (otsus) bisa digunakan untuk pembangunan jalan tersbeut,” ujar Firmandez.

Baca juga: Firmandez Ingin Aceh Miliki Cadangan Listrik Di Atas 30 Persen

Firmandez merasakan sendiri bagaimana sulitnya melintasi jalan ke makam Cut Meutia. Minggu, (9/12/2018), ia mendampingi Ketua Tim Pemantau Otsus Aceh, Papua dan Keistimewaan Yogjakarta yang juga Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon untuk berziarah ke sana. Namun karena medan jalan yang rusak parah dan cuaca yang kurang baik jelang maghrib, perjalanan tidak sampai ke makam Cut Meutia.

“Setelah ziarah ke makam Sultan Malikussaleh, kami menuju ke makam Cut Meutia, tapi perjalanan terpaksa dihentikan karena medan jalan yang rusak parah dan cuaca yang kurang mendukung,” jelas anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 tersebut.

Baca juga: Firmandez Rehab 620 Unit Rumah Warga Tak Mampu di Aceh Timur

Perjalanan ziarah ke makam Malikussaleh dan makan Cut Meutia tersebut turut didampingi oleh Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib dan beberap pejabat setempat. “Kami akhirnya berhenti di sebuah masjid untuk shalat berjamaah dan berdoa bersama untuk pahlawan nasional Cut Meutia,” ungkap H Firmandez.

Susahnya perjalanan ke makam Cut Meutia juga dirasakan anggota DPR RI asal Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie yang turut serta dalam ziarah tersebut. Jimmy merupakan anggota Tim Pemantau Otsus Aceh, Papua dan Keistimewaan Yogjakarta.

Baca juga: Firmandez Bagikan Bibit Sawit Unggul Untuk Para Petani di Manyak Payed Aceh Tamiang

“Kalau begini jalannya ke makam pahlawan nasional, saya rasa pantas rakyat Aceh mengangkat senjata. Saya ikut prihatin, Aceh Utara bekas daerah penghasil migas tapi jalannya seperti ini, kita minta pemerintah pusat untuk perhatikan ini. Aceh yang pertama sumbang pesawat untuk republik tapi begini jalannya,” ujar Politisi PDIP tersebut. [kontributor Aceh]

fokus berita : #Firmandez


Kategori Berita Golkar Lainnya