12 Desember 2018

Berita Golkar - Mantan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman meminta seluruh kader Golkar Sragen dan para relawan untuk tetap solid dan berjuang lebih semangat untuk memenangkan Pemilu 2019. Harapan itu disampaikan saat Ketua DPD Golkar Sragen itu berpidato di acara konsolidasi kader Golkar di Gedung DPD Golkar setempat, Rabu (12/12/2018).

Di hadapan ribuan pengurus Golkar dari kabupaten hingga kecamatan dan kelurahan, Agus menegaskan status tersangka yang disematkan kepadanya adalah manuver politik untuk menjegal langkahnya maju Pileg DPR RI 2019. Agus bahkan sempat meneteskan air mata saat menyampaikan pidato perihal indikasi skenario penjegalan lewat drama kasda yang membuatnya ditetapkan tersangka oleh Kejari Sragen 5 Desember 2018 lalu.

Baca juga: Agus Fatchur Rahman Jadi Tersangka Korupsi, Golkar Sragen Curiga Ada Unsur Politis

“Saya ingin sampaikan ini sesuatu yang tidak terduga dalam hidup saya. Di usia saya yang sudah 57 tahun, ada sekelompok orang melakukan manuver politik menjegal saya. Tentu saya maklum dan saya akan mengikuti proses hukum sebaik–baiknya. Saya ingin anda paham sikap partai dan pribadi saya. Saya titip spanduk 2 lembar di setiap desa, dan juga saya titip stiker,” ujarnya.

Momen berlanjut ketika mantan Wabup Sragen 2001-2011 itu membacakan puisi yang seolah menggambarkan apa yang dialaminya saat ini. Ia membacakan sepenggal puisi dari penyair Yunani. “Dalam tidur kita, air mata itu jatuh menetes di hati. Tetesan sakit hati. Tetesan penderitaan. Tetesan dihina martabat hidupnya. Tapi masih ada Tuhan yang membuat kita bisa berfikir dengan dingin dan bijaksana”.

Baca juga: Agus Fatchur Rahman Siap Jadi Politisi Sragen Pertama Yang Jadi Anggota DPR

Agus kemudian menguraikan bahwa penetapan status tersangka setelah 6 tahun kasus itu memidana mantan Bupati Untung Wiyono CS, seolah telah mengoyak dan mempertaruhkan harkat martabat keluarga, partai dan warga Sragen. “Saya hanya membayangkan keluarga saya. Mereka pasti sudah disangka banyak orang telah menikmati uang hasil korupsi. Ini sangat menyakitkan,” urainya sambil meneteskan air mata.

Sejenak ia menunduk. Suasana haru pun menyeruak dan ratusan kader Golkar turut larut dalam duka. Agus lalucmenjelaskan rasa sesaknya itu tak lain karena penetapan status tersangka terjadi ketika dirinya tak pernah mengetahui soal deposito Kasda yang diagunkan untuk kredit saat dirinya menjabat Wabup. Termasuk kasbon Rp 376 juta yang dituduhkan dari aliran Kasda, menurutnya kasbon sudah dikembalikan pada Februari 2013.

Baca juga: Targetkan 8 Kursi DPRD, Golkar Sragen Panaskan Mesin Partai

Selain itu, kasus itu juga seolah menjadi ujian di tengah harapan besar mewujudkan cita-cita warga Sragen memiliki anggota DPR RI yang 11 kali Pemilu sejak 1955 tak pernah punya wakil. “Saya amat paham, ini konspirasi besar ada sekelompok oknum yang ingin menjegal saya dengan alasan apapun. Saya tetap akan taati proses hukum sebaik-sebaiknya. Akan saya hadapi sebatas kemampuan saya. Saya yakin ada Gusti Allah di atas semuanya,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengobarkan semangat bahwa satu-satunya wujud perlawanan terhadap skenario penjegalan itu adalah dengan para kader yang makin semangat berjuang memenangkan Pemilu dan dirinya di Pileg demi menjaga harkat martabat partai.

Ketua Dewan Penasehat Golkar Sragen, Sri Busono memandang persoalan yang dihadapi Agus kasus personal yang lalu jadi komunal karena sosoknya sebagai pimpinan partai. Namun ia amat paham kasus Kasda itu diangkat ke publik untuk menjegal pencalonan Agus ke DPR RI. Ia hanya berpesan untuk Agus agar tetap tabah, cerdas, cermat, dan tetap konsentrasi menghadapi isu-isu yang akan menghadang.

Ia juga menghimbau kader–kader partai Golkar tetap Solid untuk menyelamatkan Partai Golkar. Ia menyampaikan bukan kali ini Partai Golkar diuji dengan masalah seperti itu, sehingga tak perlu membicarakan hal–hal yang tak penting yang malah hanya membuang energi. “Kita boleh marah, sakit hati tapi tetap harus kedepankan akal sehat. Mari tetap bekerja maksimal memenangkan Pemilu,” tandasnya.

Sementara, kuasa hukum Agus Fatchur Rahman, Junaidi Albab Setiawan berpesan semua kader memandang kasus Kasda dengan kepala dingin. Sebab pertarungan yang dihadapi adalah pertarunan intelektual. “Sekarang kalau ada opini muncul di masyarakat Mas Agus menerima kasbon sebesar Rp 300 juta. Jika tidak terbukti mari kita tuntut balik, jangan takut. Karena masalah ini adalah masalah bersama,” paparnya.

Ia meyakini Agus tak mungkin bersekongkol menikmati Kasda. Pasalnya selama menjabat Wabup dan korupsi Kasda terjadi sejak 2003-2011, Agus tak pernah dilibatkan dalam kegiatan dan kebijakan di lingkungan Pemkab. Sekretaris DPD Partai Golkar Sragen, Sri Pambudi mengatakan rapat konsolidasi kader itu dihadiri sekitar ribuan pengurus dari DPD hingga kecamatan dan desa. [joglosemar]

fokus berita : #Agus Fatchur Rahman


Kategori Berita Golkar Lainnya