12 Desember 2018

Berita Golkar - Delapan kepala keluarga yang menghuni kolong Jembatan Antasari Banjarmasin terpaksa mengungsi. Pasalnya, tempat tinggal mereka telah digusur Pemkot Banjarmasin. Ketua DPRD Banjarmasin Ananda pun merasa miris. Warga yang telah menghuni kolong jembatan sejak 2001 ini terpaksa mengungsi. “Memang aturan itu tidak dibenarkan. Warga tidak boleh mendiami kolong jembatan,” ujar Ananda, Rabu (12/12/2018).

Seharusnya kata Ananda, dari awal dilarang, jangan sampai warga kota menjadikan kolong jembatan sebagai tempat tinggal tetap. “Tidak bisa serta merta disuruh pindah. Apalagi mereka telah lama tinggal di sana,” ucapnya. Menurut Ananda, Pemkot Banjarmasin harus melakukan pendekatan persuasif. Mencari tahu sebab mereka lebih memilih kolong jembatan sebagai hunian. “Pemkot harus tahu dulu alasan mereka nyaman tinggal di sana,” katanya.

Baca juga: Ananda Pimpin Golkar Banjarmasin Daftarkan Bacaleg Ke KPU Naik Ojek Online

Politikus Partai Golkar ini menginginkan ada solusi terbaik yang diberikan Pemkot kepada delapan kepala keluarga tersebut. Bisa dengan menyediakan tempat tinggal baru atau memberikan hunian yang layak. “Kan sementara bisa saja ditempatkan di rumah singgah. Apalagi tidak lama Rusunawa di Muara Kelayan juga rampung. Itu bisa menjadi solusi,” paparnya.

Ia juga mengimbau, pemerintah terus melakukan pengawasan secara rutin, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemdam Kebakaran Banjarmasin terhadap masyarakat yang kerap menjadikan kolong jembatan sebagai tempat tinggal. “Termasuk di pelosok-pelosok kota. Semua titik jembatan harus dipantau. Jangan sudah lama dihuni baru dilakukan penindakan,” ujarnya. [redkal]

fokus berita : #Ananda


Kategori Berita Golkar Lainnya