14 Desember 2018

Berita Golkar - Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke Provinsi Bali dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roem Kono mendukung penyaluran Beras Sejahtera (Rastra) kepada seluruh masyarakat, terutama di Provinsi Bali, agar tepat sasaran. Berdasarkan keterangan dari Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog Bali, penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Rastra telah telah terlayani 100 persen tanpa adanya kendala dalam penyaluran.

Namun, masih ada kendala dalam penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dikarenakan supplier BPNT dibebaskan kepada siapa saja, maka Bulog mengalami kesulitan dalam penyaluran stok beras yang diserap dari petani. Roem memastikan permasalahan itu akan segera dibicarakan dengan Kementerian Sosial, agar dapat memanfaatkan beras yang dikumpulkan Bulog dari petani, dan disalurkan kembali kepada Rastra melalui BPNT.

Baca juga: Roem Kono Pertanyakan Puluhan Ribu Ton Beras Impor di Gudang Bulog Kota Bitung

“Saya kira ini menjadi penting, karena Bulog penyangga stabilitas harga. Kalau beras Rastra tidak dapat disalurkan, maka Bulog dapat mengalami kerugian. Karena itu kami berharap pemerintah mengambil beras Rastra dari Bulog, dengan catatan harga harus sama atau lebih rendah dari harga beras pada umumnya,” kata Roem usai memimpin Tim Kunker Komisi IV DPR RI meninjau Gudang Bulog di Batu Bulan, Provinsi Bali, Jumat (14/12/ 2018).

Legislator Partai Golkar asal Gorontalo itu menambahkan, Komisi IV DPR RI berharap pemerintah dan Bulog segera menyalurkan beras Rastra di Bali secara menyeluruh. Bulog dapat terus meningkatkan perannya menjaga stabilitas harga beras dan memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kenyataannya harga beras saat ini cukup bagus. Kami sudah keliling untuk cek stok Bulog, dan alhamdulillah tidak ada yang kekurangan beras, terutama di Bali ini,” puji Roem.

Baca juga: Roem Kono Salurkan Mobil Berpendingin dan Akses Dana Bagi Nelayan Gorontalo

Sebelumnya, Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog Bali Yosef Wijaya menjelaskan, terdapat kendala dalam penyaluran BPNT, dikarenakan supplier BPNT dibebaskan kepada siapa saja. “Dan Program Beras Rastra yang akan dihentikan sepenuhnya, maka Bulog mengalami kesulitan dalam penyaluran stok beras yang diserap dari petani,” jelas Yosef. [kontributor Bali]

fokus berita : #Roem Kono


Kategori Berita Golkar Lainnya