15 Desember 2018

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai Perpustakaan Daerah Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan sudah cukup baik. Ia melihat, Perpusda Maros mengalami kemajuan yang luar biasa. Pengunjung juga cukup banyak dari anak-anak sampai dewasa. Namun di sisi lain ia mendorong adanya peningkatan kompetensi pustakawan dan pembaruan koleksi perpustakaan.

“Kelihatannya para petugas juga ramah-ramah dan cukup menguasai tugas-tugasnya. Mungkin agak terlalu panas perpustakaannya, tapi secara umum sudah bagus. Keberadaan perpustakaan ini perlu disosialisasikan,” kata Hetifah usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI meninjau Perpustakaan Daerah di Kabupaten Maros, Sulsel, Jumat (14/12/2018).

Baca juga: Hetifah Ungkap Pemerintah dan DPR Sepakat Tuntaskan Masalah Guru Honorer Secepatnya

Namun, dalam menjalan fungsinya, Perpusda Maros mengalami kendala. Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Maros Muhammad Alwi mengatakan, kendala yang dihadapi Perpusda Maros saat ini adalah terbatasnya unit armada perpustakaan keliling. Padahal dengan kondisi geografis dari pegunungan, pesisir dan daratan perlu adanya penambahan armada.

“Dengan hanya 1 unit perpustakaan keliling, kami sulit menjangkau, sementara animo masyarakat untuk membaca sangat besar. Kami mohon kepada Perpustakaan Nasional kiranya dapat membantu Kabupaten Maros. Kemudian kami juga meminta kepada pemerintah untuk pengadaan buku untuk mengisi beberapa rak kosong,” ungkap Alwi.

Baca juga: Hetifah Sarankan Zonasi Guru Dimulai Dari Tingkat SD

Dalam kesempatan itu, Tim Kunker Komisi X DPR RI juga mendorong Undang-Undang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (UU SSKCKR) yang belum lama disahkan oleh DPR RI dan pemerintah, untuk disosialisasikan. Alasannya, UU ini memiliki peran penting bagi perpustakaan dan arsip negara. Termasuk menambah koleksi dan kekuatan dari perpusda. [kontributor Sulsel]

fokus berita : #Hetifah


Kategori Berita Golkar Lainnya