13 Desember 2018

Berita Golkar - MPR mendorong kampus untuk melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi, khususnya di bidang riset dan mengubah cara berpikir mahasiswa untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Misalnya riset pengolahan sumber daya alam (SDA) di Kalimantan Timur (Kaltim). Dengan riset akan muncul ide-ide kreatif atau inovasi sehingga membuat mahasiswa punya orientasi jelas.

“Kita dorong kampus melaksanakan riset dan mengubah cara berpikir mahasiswa untuk menguasai iptek,” kata Wakil Ketua MPR Mahyudin di hadapan ribuan mahasiswa di acara Temu Tokoh Nasional/Kebangsaan kerja sama MPR dengan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), kemarin.

Baca juga: Mahyudin Ungkap Peran Penting Perempuan Tentukan Masa Depan Bangsa

Menurut Mahyudin, mahasiswa perlu menciptakan lahan usaha baru, tidak hanya mengincar pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Karena itu, dia meminta masyarakat Kaltim jangan terlena dengan keunggulan sumber daya alam yang dimiliki, tapi sumber daya manusianya lemah. “Mahasiswa, khususnya di Kaltim, harus ikut membangun Indonesia khususnya Kaltim jangan hanya menjadi penonton,” katanya.

Dia menyebut, Provinsi Kaltim sangat kaya akan SDA, misalnya batu bara, minyak, dan gas bumi. Semua itu harus dikelola pribumi sehingga kesejahteraan masyarakat benar-benar nyata. “Kuasai riset dan teknologi jangan hanya menjadi penonton,” katanya.

Baca juga: Mahyudin Desak Kasus Tercecernya Ribuan Lembar e-KTP Diusut Tuntas

Mahyudin meminta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) untuk menambah anggaran riset perguruan tinggi karena masih jauh dari kebutuhan yang ada. “Harus ditambah anggarannya. Libatkan semua perguruan tinggi untuk melakukan riset,” ungkapnya.

Mahyudin menyebutkan, tujuan bernegara adalah melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, memajukan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. “Maka visi Indonesia adalah berdaulat, maju, adil dan makmur. Itu tercantum dalam pembukaan UUD,” ucapnya. 

Dosen Universitas Mulawarman, Edi Rahmat, menyambut baik keinginan Mahyudin. Dia berjanji akan membuka riset sebesar-besarnya kepada mahasiswa dengan catatan anggarannya disiapkan. “Yang menjadi kendala adalah dana risetnya. Prinsipnya, kami siap saja jika dananya mendukung,” ungkapnya. [sindonews]

fokus berita : #Mahyudin


Kategori Berita Golkar Lainnya