08 Desember 2018

Berita Golkar - Sabtu (8/12/18), calon anggota legislatif (caleg) asal daerah pemilihan (dapil) DKI 2 (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri), Christina Aryani mengunjungi sebuah distrik di luar Hongkong untuk mengunjungi pekerja migran Indonesia yang karena satu dan lain hal mengalami overstay dan selanjutnya menyandang status 'paperan'.

Paperan, menurut Bendahara Bappilu Pusat Partai Golkar ini, adalah istilah yang digunakan untuk menyebut overstayer yang menjadi pencari suaka (pengungsi). "Mereka menyerahkan paspornya ke Otoritas Imigrasi Hongkong untuk ditukar sehelai recognition paper," ujar Christina. Dari sinilah istilah paperan muncul.

Baca juga: Caleg DPR Dari Golkar di DKI Jakarta, Bambang Wiyogo, Christina Aryani Hingga Ivan Dolly

Warga paperan dikenakan wajib lapor periodik dan tidak diperbolehkan bekerja. Sebagai gantinya, Pemerintah Hongkong memberikan subsidi kebutuhan hidup dengan nilai tertentu. "Kebanyakan dari mereka memiliki anak dengan warga negara asing berkebangsaan Pakistan, Bangladesh dan Nepal. Sayangnya tidak terikat dalam perkawinan," lanjut Christina.

Demi alasan hukum, Christina akan berupaya sekuat tenaga mencari kepastian status kewarganegaraan anak-anak ini. "Bagaimana pemenuhan hak-hak dasarnya sebagai anak? Bagaimana perlindungan hukum atas mereka? Saya akan berupaya sekuat tenaga untuk memperjuangkannya," pungkas Christina [kontributor khusus]

fokus berita : #Christina Aryani


Kategori Berita Golkar Lainnya