15 Desember 2018

Berita Golkar - Penetapan Hasanuddin Agani (HA) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), sebagai tersangka kasus suap proyek Rp 300 miliar yang jadi perhatian Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) hingga kini masih diproses kejaksaan negeri setempat. Kejaksaan setempat, berjanji akan mengirimkan tim dalam menindaklanjuti permintaan KPK.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Barito Selatan (Barsel), Douglas Oscar Berlian Riwoe mengatakan, akan mengirim tim penyidik untuk memaparkan kasus itu di KPK. HA adalah kader Partai Golkar yang dalam pemilu legislatif tahun depan juga akan mencaleg sebagai anggota DPRD setempat dari Partai Golkar, namun pencalegannya dipastikan akan batal, lantaran status tersangka yang dikenakan penyidik kepadanya.

Baca juga: Menangkan Partai Secara Kolektif, Golkar Kalteng Gelar Orientasi Fungsionaris

Sekretaris DPD Partai Golkar Kalteng, Suhartono Firdaus (Joko), saat dikonfirmasi, Jumat (14/12/2018) mengatakan, pihaknya belum mengambil keputusan soal penetapan tersangka kepada HA. "Kami akan rapat pleno dulu untuk mengambil keputusan atas penetapan tersangka terhadap HA. Saya tidak punya kewenangan untuk bicara soal itu, karena harus ada rapat pleno, namun untuk pembelaan hukum akan ditangani oleh DPP Partai Golkar," ujarnya.

Namun begitu, Joko tidak menyangkal, jika nantinya posisi pencalegan HA akan kosong untuk Partai Golkar, karena sesuai ketentuan KPU status tersangka dilarang untuk mencaleg. Memang benar, akan kosong dan soal ini juga akan dirapatkan lagi, [banjarmasinpost]

fokus berita : #Suhartono Firdaus #Hasanuddin Agani


Kategori Berita Golkar Lainnya