16 Desember 2018

Berita Golkar - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang menemukan dugaan money politics (Politik Uang) seorang Caleg di Daerah Pemilihan Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Ketua Bawaslu Tanjungpinang, M Zaini, saat dikonfirmasi, Minggu (16/12/2018), membenarkan informasi temuan dugaan money politics yang diduga dilakukan Caleg Partai Golkar Tanjungpinang, Dapil Kecamatan Bukit Bestari.

Saat ini Bawaslu tengah menginvestigasi dugaan tersebut. Bawaslu menerima laporan dugaan money politics itu dari masyarakat setempat. “Iya betul, tadi malam kita dapat kabarnya, masih dalam Investigasi. Kita dapat indormasi awal, dan kita investigasi di lapangan, saat ini yang kita dapati, baju kurung (pakaian,red) dan jilbab (penutup kepala,red),” kata Zaini.

Baca juga: Ade Angga Targetkan Golkar Tanjung Pinang Raih 6 Kursi DPRD

Zaini tak begitu menjelaskan siapa Caleg Golkar Dapil Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang itu yang diduga terlibat dalam perkara dugaan money politics. Menurutnya, permasalahan lain selain pembagian baju kurung dan jilbab untuk majelis taklim tersebut yakni membagikan bingkisan tersebut di salah satu tempat ibadah.

Ia menjelaskan, sebagaimana di atur dalam PKPU Nomor 23 tahun 2018, para peserta diperbolehkan memberikan bahan kampanye, maksimal seharga Rp60 ribu. Bahan kampanye yang akan dibagikan ke masyarakat juga diatur, terdapat 12 item yang diatur, diantaranya penutup kepala dan pakaian dibenarkan.

Baca juga: Golkar Tanjung Pinang Jagokan Ade Angga di Pilkada 2018

“Tapi apakah harganya Rp60 ribu. Yang menjadi permasalahannya, pertama berapa nilainya, kedua pembagian itu juga dilakukan di salah satu rumah ibadah, sementara di PKPU tidak dibenarkan,” ungkapnya. Saat ini Pawaslu tengah mempelajari apa saja bentuk bahan kampanye yang dibagikan Caleg Golkar Dapil Bukit Bestari tersebut ke majelis taklim di salah satu tempat ibadah, Kecamtan Bukit Bestari, Dompak, Tanjungpinang.

Bawaslu menghimbau agar para Caleg pesertatl Pemilu Legislatif serentak 2019, di Kota Tanjungpinang untuk melakukan aktifitas Kampanye sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). “Kami menghimbau kepada para partai politik, kepada caleg, ikuti aturan yang sudah ditentukan dan tidak melakukan aktifitas-aktifitas diluar ketentuan apalagi mengarah diluar ketentuan dan dugaan money politics,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pijarkepri.com dari masyarakat setempat, Caleg partai Golkar Dapil Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang tersebut membagikan baju kurung dan jilbab di Masjid Batu Naga, tepatnya di belakang Kantor Camat Bukit Bestari. Hingga saat ini Bawaslu masih mempelajari kasus dugaan money politics ini. [pijar]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya