18 Desember 2018

Berita Golkar - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, mengakui pernah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan pemegang saham Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo. Pada pertemuan di kediaman Airlangga setelah menjadi Ketua Umum Golkar itu juga dihadiri Idrus Marham dan Melchias Marcus Mekeng.

Eni berjanji akan membeberkannya di persidangan. "Ya ya, ada. Nanti saya sampaikan (ke) dalam dakwaan (keterangan) saya. Ya, jangan dulu ini, gini biar ceritanya berseri jangan diambil semua hari ini," kata Eni saat ditanyai para awak media usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Baca juga: Eni Maulani Saragih Siap Bongkar Keterlibatan Samin Tan Dalam Kasus Suap PLTU Riau-1

Dikonfirmasi apakah benar pertemuan tersebut selain membicarakan PLTU Riau-1, juga membahas proyek PLTU Jambi 3, Eni enggan berkomentar lebih. Menurut Eni, lebih baik nanti diungkap di persidangan supaya lebih utuh ceritanya. Informasi diterima VIVA, dalam pertemuan itu, Kotjo pun melobi Airlangga menaikkan Eni sebagai pimpinan Komisi VII DPR yang membidangi permasalahan sektor energi.

Tidak lama dari pertemuan itu, Eni menjadi Wakil Ketua Komisi VII DPR dari sebelumnya menjabat anggota komisi II DPR. "Nanti saya sampaikan detail lah supaya tidak sepotong-sepotong teman-teman dengar ada di hadapan JPU, ada PH saya," kata Eni.

Baca juga: Idrus Marham Beberkan Kronologis Penangkapan Eni Maulani Saragih Di Rumahnya

Dalam kasus ini, Eni didakwa menerima Rp 4,75 miliar dari Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1. Politikus Golkar itu telah mengakui menerima uang itu. Eni juga diduga menerima gratifikasi Rp 5,6 miliar dan 40 ribu dollar Singapura. Semua gratifikasi itu dipakai Eni untuk biaya pencalonan suaminya menjadi Bupati Temanggung, M Al Khadziq. [viva]

fokus berita : #Eni Saragih #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya