28 Desember 2018

Berita Golkar - Pemilu adalah sine qua non demokrasi. Melalui Pemilu demokrasi memungkinkan proses seleksi dan pergantian kepemimpinan yang berjalan secara damai. Tapi Pemilu takkan ada artinya jika partisipasi publik rendah. Partisipasi publik tidak hanya memberikan suara, namun juga secara aktif mengikuti dan memperhatikan perdebatan menyangkut isu-isu bersama dalam kehidupan bermasyarakat; sebagai basis dalam menentukan pilihan.

Rendahnya partisipasi publik bisa disebabkan banyak faktor. Diantaranya, pertama, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat, termasuk di kalangan pemilih pemula, tentang pentingnya partisipasi. Masyarakat masih banyak yang belum menyadari, bahwa nasibnya sangat tergantung pada keputusan politik.

Baca juga: Golkar Sukoharjo Temukan 975 Pemilih Ganda Di DPT Hasil Perbaikan

Kedua, partisipasi juga sering dirusak oleh praktik politik uang. Tidak jarang keterlibatan masyarakat dalam pemilih karena iming-iming uang dan bukan melihat arti penting partisipasi bagi pemenuhan kepentingan-kepentingannya. Ketiga, partisipasi publik pada akhirnya sangat tergantung pada peran dan kinerja partai politik dan politisi.

Pertanyaannya, seberapa jauh dua aktor utama politik ini menjalankan sejumlah fungsi mendasar yang memungkinkan keterlibatan masyarakat luas dalam proses-proses demokrasi mendasar seperti Pemilu. Karena itu Diskusi hari ini di DPD II Partai Golkar Sukoharjo yang bertajuk “Pentingnya Partisipasi Publik dalam Pemilu” perlu digelar.

Baca juga: Hindari Jerat Pidana, Iqbal Wibisono Ingatkan ASN Jateng Tetap Netral di Pemilu 2019

Tujuannya untuk mengingatkan kembali arti penting partisipasi; mengidentifikasi persoalan-persoalan mendasar yang menghambatnya; menemukan jalan keluar untuk memastikan tingkat partisipasi yang tinggi; sekaligus utamanya untuk mendorong Gerakan sadar politik anti money politic untuk Indonesia lebih baik.

Diskusi menghadirkan pembicara-pembicara mumpuni dalam membahas topik ini, yakni Tenaga Ahli DPR RI yang saat ini menjadi Caleg DPRRI Jateng V, Dina Hidayana; Ketua KPU, Nuril Huda; dan pembicara dari Bawaslu, Muladi. Acara ditutup dengan pernyataan sikap para pemilih pemula untuk menggelorakan semangat Anti Money Politics menuju Demokrasi sehat dengan terpilihnya Pemimpin Berkualitas. [kontributor Jateng]

fokus berita : #Dina Hidayana


Kategori Berita Golkar Lainnya