29 Desember 2018

Berita Golkar - Tidak lama lagi kita akan mengakhiri perjalanan tahun 2018. Tentu telah banyak pencapaian yang kita raih baik secara pribadi maupun secara Bersama – sama. Pada tahun 2018 merupakan tahun pergantian kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara. Dimana pada tahun 2018 telah diselenggarakan PILKADA Gubernur Sumatera Utara yang di ikuti oleh dua pasangan calon yaitu pasangan Edy Rahmayadi berpasangan dengan Musa Rajekshah ( ERAMAS ) dan Djarot Saiful Hidayat berpasangan dengan Sihar Sitorus ( DJOSS ), yang dimenangkan oleh pasangan ERAMAS dengan perolehan suara 57,58 % suara.

Pasangan ERAMAS pun telah dilantik di Istana negara oleh Presiden pada tanggal 5 September 2018. Tentu refleksi akhir tahun ini bukan merupakan tolak ukur kepemimpinan ERAMAS di SUMUT, karena mengingat pasangan ERAMAS baru menjabat 3 bulan masa kepemimpinan di Sumatera Utara. 

Baca juga: Tepung Tawar di Hari Sumpah Pemuda, Robi Anugerah Marpaung Siap Jadi Parhobas

Provinsi Sumatera Utara terdiri dari 25 kabupaten dan 8 kota, yang terdiri dari 449 kecamatan. Pada administrasi yang paling bawah, kecamatan terdiri atas kelurahan untuk wilayah perkotaan (urban) dan desa untuk daerah pedesaan (rural). Secara keseluruhan Provinsi Sumatera Utara pada Desember 2017 terdiri atas 6.113 desa/kelurahan. Provinsi Sumatera Utara telah mengalami banyak perubahan dalam wilayah administrasi pemerintahan di tahun 2017.

Pertambahan ini terjadi akibat adanya pemekaran wilayah administrasi setingkat kabupaten, kecamatan, desa atau kelurahan yang tidak ada hentinya. Pada Tahun 2008 telah terjadi lima pemekaran kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan hasil pemekaran dari Kabupaten Labuhanbatu. Kemudian Kabupaten Nias dimekarkan menjadi empat kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Nias, Nias Barat, Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli. Dengan terjadinya pemekaran ini, maka wilayah administrasi kabupaten/kota di Sumatera Utara bertambah menjadi 33 kabupaten/kota.

Baca juga: Rekrut Seribu Pengacara Muda, Aburizal Bakrie Apresiasi Bakumham Partai Golkar

Berdasarkan BPS ( Badan Pusat Statistik) Sumatera Utara dalam rilisnya yang berjudul “ Beberapa Indikator penting Sumatera Utara 2017 / 2018 pada halaman 19 disebutkan bahwa Penduduk Sumatera Utara yang dikategorikan sebagai penduduk miskin pada Maret 2018 mencapai 9,22 persen atau berjumlah sekitar 1,32 juta jiwa. Jumlah tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 10,22 persen dan juga lebih rendah bila dibandingkan angka kemiskinan nasional yang mencapai 10,64 persen (Maret 2017).

Adapun tiga Kabupaten/Kota dengan persentase penduduk miskin terbesar adalah Kabupaten Nias Utara sebesar 29,06 persen, Kabupaten Nias Barat sebesar 27,23 persen dan Kota Gunungsitoli sebesar 21,66 persen. Sedangkan tiga Kabupaten/Kota dengan persentase penduduk miskin terkecil adalah Kabupaten Deli Serdang sebesar 4,62 persen, Kota Binjai 6,75 persen dan Kota Padangsidimpuan 8,25 persen.

Baca juga: Robi Marpaung Ungkap Ada Nama Priyo Budi Santoso di BAP Fahd Arafiq

Dari data tersebut bisa kita lihat masih banyaknya masyarakat tidak mampu di SUMUT. Tentu hal ini harus menjadi perhatian penting bagi pemerintahan provinsi Sumatera Utara. Namun jika kita lihat trend perkembangan angka kemiskinan di SUMUT, ini merupakan trend positif. Dimana angka kemiskinan menurun dari tahun 2017 ke tahun 2018. Tentu harapan kita sebagai masyarakat SUMUT adalah menigkatkan trend positif ini untuk terus menekan angka kemiskinan di SUMUT.

Selanjutnya disebutkan dalam data tersebut adalah Angka Partisipasi Sekolah (APS) penduduk usia 7-12 tahun pada tahun 2017 mencapai 99,49 persen, kemudian untuk kelompok umur 13-15 tahun dan 16-18 tahun lebih rendah masingmasing 96,60 persen dan 76,76 persen. Angka partisipasi sekolah wajib belajar yang dicanangkan pemerintah sampai dengan tingkat pendidikan SLTP (7-15 Tahun) telah mencapai 98,55 persen. Tentu pencapaian baik ini harus selalu dipertahankan, dimana Pendidikan adalah merupakan faktor penting dalam pertumbuhan tatanan masyarakat di masa depan.

Situasi ketenagakerjaan di Sumatera Utara pada Agustus 2017, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 5,50 persen atau sebanyak 377.288 penduduk yang berstatus pengangguran atau mencari pekerjaan. Keadaan ini menurun bila dibandingkan pada kondisi Agustus 2016 yaitu tingkat pengangguran terbuka pada saat itu mencapai 5,84 persen.

Tentu masih banyak kategori – kategori lain yang masih bisa kita nilai dari Provinsi Sumatera Utara. Namun angka terhadap aspek – aspek penting inilah yaitu Pendidikan, angka pengangguran dan Pendidikan menjadi aspek penting yang harus menjadi perhatian khusus pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Hal ini harus menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang akan menjalani roda pemerintahan kurang lebih 4 ( empat ) tahun mendatang. Memasuki tahun politik 2019, maka kita harapkan kepada calon – calon yang berkompetisi dalam ajang pemilu mendatang, untuk menjadikan pertumbuhan masyarakat mejadi program utama untuk memajukan SUMUT menjadi jauh lebih baik di masa depan. Mengakhiri refleksi tahun 2018 ini izinkan kami mengucapkan selamat tahun baru 2019. [kontributor Sumut]

fokus berita : #Robi Anugrah Marpaung


Kategori Berita Golkar Lainnya